HR Harus Inovatif Kembangkan Kualitas Kepemimpinan

Organisasi-organisasi saat ini terlalu fokus pada atribut-atribut personal dari para pemimpin, dan kurang menaruh perhatian pada hubungan antara kemampuan-kemampuan kepemimpinan dengan hasil-hasil bisnis.

Kritik tersebut dilontarkan oleh mahaguru manajemen Dave Ulrich di hadapan delegasi HR dan chief executive yang menghadiri Konferensi Internasional HayGroup “Embracing our Future” di Budapest.

Menegaskan pentingnya fokus pada kualitas-kualitas kepemimpinan ketimbang personalitas, Ulrich mengingatkan, “Kepemimpinan sebagai proses lebih krusial ketimbang pemimpin-pemimpin itu sendiri.”

Dia menyerukan kepada delegasi untuk membangun sistem yang mendukung para pemimpin generasi berikutnya. “Jika Anda menginginkan jajaran pemimpin di organisasi Anda menjadi para inovator, Anda harus memiliki orang-orang HR yang inovatif yang mampu mengimplementasikan sistem-sistem HR yang inovatif. Jika tidak, Anda akan menemui masalah besar,” Ulrich mengingatkan.

Konferensi Internasional HayGroup berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2007.
Koordinator Tim HayGroup Erling Berrum seperti dilaporkan PersonnelToday mengatakan, “Ego telah mati.” “Sekarang bukan lagi tentang fokus dan kompetensi-kompetensi personal dari pemimpin, melainkan tentang investasi dalam mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Anda.”

Berrun menambahkan sedikit penjelasan bahwa pemimpin-pemimpin yang egois, yang banyak dijumpai pada masa lalu, merupakan talenta yang mubazir. Lebih jauh, Ulrich mengidentifikasi langkah-langkah penting yang harus diambil kalangan HR.

Menurut dia, HR perlu mengambil inisiatif menciptakan sistem pewarisan kepemimpinan. Caranya antara lain dengan membangun sistem untuk mengembangkan generasi pemimpin baru, serta berinvestasi untuk pelatihan kepemimpinan, dan mengukur hasil dari investasi tersebut.

Tags: ,