HR Harus Beri Perhatian yang Sama pada Semua Stakeholder

Profesional HR yang bagus sudah pasti akan berdampak positif pada kinerja bisnis. Namun, bagaimana dengan efektivitas HRD sendiri secara keseluruhan? Ternyata, pengaruh HRD terhadap kinerja bisnis hanya 25% lebih besar dibandingkan dengan keahlian individu-individu anggotanya.

Demikian rumusan hasil studi global yang dilakukan oleh RBL Group dan Ross School of Bisnis pada Universitas Michigan terhadap kalangan profesional HR dan departemen tempat mereka bekerja.

“Para manajer mungkin suka dengan para profesional HR di organisasi mereka, tapi belum tentu memiliki perasan yang sama terhadap departemen HR-nya,” ujar salah satu pendiri RBL Group Dave Ulrich yang dikenal sebagai mahaguru manajemen dan profesor bisnis pada Ross School.

Keuntungan Kompetitif

Keahlian-keahlian para profesional HR dilaporkan sekitar 20% dari hasil-hasil bisnis, dan membuat HRD menjadi bagian dari kekuatan yang meningkatkan keuntungan kompetitif organisasi.

Studi tentang kompetensi HR tersebut juga menemukan, untuk hasil-hasil terbaik, departemen-departemen HR harus memberi perhatian yang setara terhadap semua stakeholder, termasuk pelanggan, komunitas dan investor dari luar organisasi.

“Secara tradisional, departemen-departemen HR selama ini fokus ke dalam organisasi mereka, dan tidak melibatkan para manajer lini atau customer dari luar dalam proses,” ujar Wayne Brockbank dari RBL Group.

“Ketika HRD melibatkan customer dari luar dan jajaran manajer lini dalam pembuatan kebijakan-kebijakan HR, nilai (tambah) yang tercipta pun lebih besar.”

Bisnis dalam Bisnis

Dave Ulrich mengatakan, untuk membangun kredibilitas, departemen-departemen HR perlu memulai dengan berpikir bahwa mereka adalah bisnis di dalam bisnis, dan membangun strategi untuk memberi nilai tambah terhadap bisnis.

“Ketika departemen HR bekerja sama dengan customer dari luar dan inverstor, mereka sebenarnya telah membantu membentuk dan melaksanakan strategi bisnis, sehingga memberi hasil-hasil yang lebih baik terhadap bisnis,” tegas dia.

Ditambahkan, bisnis sendiri juga perlu lebih jauh melibatkan jajaran manajer lini dan kalangan external customer dalam merancang kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik HR mereka.

“Lebih fokus pada external stakeholder akan berdampak positif pada hasil-hasil bisnis,” ujar Ulrich. “Perusahaan bisa mendapat keuntungan secara substansial dengan melibatkan manajer lini mereka dalam kebijakan dan praktik HR mereka.”

Dalam hal ini, menurut dia, manajer lini harus mampu menemukan orang yang hebat, namun harus mengimbanginya dengan menciptakan organisasi yang bagus agar orang-orang yang hebat tadi bisa bekerja dengan baik.

Dan, tugas departemen HR membantu menciptakan rasa aman pada diri talent dan membentuk organisasi.

“Banyak profesional HR yang terlalu fokus pada what they do, dan kurang memperhatikan pada what they deliver, dan tidak melihat bagaimana kerja HR mereka akan berdampak pada customer dan investor di luar organisasi,” Ulrich mengingatkan.

Tags: ,