HR Berperan Penting Cegah Korupsi

Delapan puluh persen kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melibatkan orang-orang dari dunia bisnis. Oleh karenanya, divisi HR setiap perusahaan diharapkan bisa melakukan pencegahan tindak korupsi melalui rekrutmen yang benar.
Demikian ditegaskan oleh Deputi Ketua KPK Waluyo ketika menjadi salah satu narasumber acara The British Chamber of Commerce (Britcham) HR Discussion Group di Mercantile Athletic Club, Gedung WTC, Jakarta, Kamis (15/3/07). Acara bulanan tersebut, kali ini disponsori oleh Opus Management.
Waluyo mengatakan, kita semua memiliki posisi yang unik dalam soal korupsi. “Kita bisa menjadi bagian dari masalah, tapi juga bisa menjadi bagian dari solusi,” ujar dia.
Menurut dia, korupsi tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, melainkan juga di sektor privat, yakni perusahaan.
Lebih jauh Waluyo memaparkan faktor-faktor yang memicu terjadinya tindakan kriminal di perusahaan berupa korupsi. “Lingkungan, struktur, prosedur hingga gaya manajemen suatu perusahaan bisa mempengaruhi orang untuk melakukan korupsi.”
“Di sinilah tampak peran HR, harus merekrut orang yang benar, membuat program penggajian yang tepat pula untuk mencegah orang korupsi,” tandas Waluyo.
Narasumber yang lain, psikolog dari UI Hamdi Muluk sepakat tentang peran HR tersebut. Dalam istilah dia, HR harus bisa melakukan “pre-screening” untuk mendeteksi dini personalitas setiap calon karyawan. Tujuannya, untuk mencegah orang-orang yang memiliki kecenderungan korupsi.

Tags: ,