HR Belum Sepenuhnya Dipercaya Tangani Isu-isu Strategis

Lebih dari separo manajer senior jarang jika memang pernah berbicara dengan departemen HR tentang bagaimana menghadapi tantangan-tantangan dunia kerja dewasa ini. Jajak pendapat yang dilakukan lembaga talent management Veritude di Amerika Serikat menemukan jurang antara HR dan komunitas bisnis lainnya belum pernah selebar sekarang, dan tidak ada tanda-tanda bahwa jurang itu akan mengecil dalam waktu dekat.
HR, dengan kata lain, masih belum dipercaya untuk membantu menangani isu-isu besar dan strategis yang dihadapi organisasi, atau kalau ada kabar yang lebih baik, potensi mereka untuk membantu tidak sepenuhnya diapresiasi.

Lebih dari separo dari 101 pemimpin bisnis yang dimintai pendapatnya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan yang mantap dengan HR, atau bahwa tidak terpikir oleh mereka untuk melibatkan HR dalam mengimplementasikan rencana-rencana kerja. Pada saat yang sama, Veritude juga mensurvei 99 pempimpin HR dan sebagian besar dari mereka merasa bahwa para pemimpin bisnis dalam organisasi tempat mereka bekerja meminimalkan peran mereka dalam perencanaan ketenagakerjaan.

Mereka juga merasa dilihat sebagai unit yang kurang memiliki ketajaman finansial maupun keahlian untuk membantu fungsi-fungsi penting, seperti talent acquisition. Padahal, kedua pihak sepakat bahwa akuisisi talent dan rekrutmen merupakan prioritas utama dalam daftar isu-isu strategis bisnis. Seperlima pemimpin HR merasa, dan itu diakui oleh hampir seperempat pemimpin bisnis, bahwa HR tidak terlibat dalam strategi pengembangan, atau biasanya hanya terlibat dalam membantu implementasi strateginya saja.

Saling Tuding

Kedua pihak juga dibuat frustrasi oleh satu sama lain dalam isu-isu operasional sehari-hari.
Pada satu sisi, seperlima pemimpin bisnis menganggap HR tidak mampu menemukan orang yang tepat untuk suatu pekerjaan dan kurang responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih besar dari organisasi.

Pada sisi lain, para pemimpin HR menuding petinggi-petinggi bisnis sering memberikan batas-batas waktu yang tidak realistis, kurang memahami isu-isu kepegawaian (misalnya tantangan dalam menemukan kandidat yang berkualitas) dan tidak konsisten dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif.

VP Senior bidang Layanan Konsultasi pada Veritude James McCoy mengatakan, “Meskipun studi ini memperlihatkan masih adanya ruang untuk meningkatkan hubungan antara bisnis dengan kalangan pemimpin HR, kita diingatkan bahwa menemukan dan meretansi top talent merupakan tantangan terbesar perusahaan hari ini.”

Dalam catatan yang lebih positif, kedua pihak sepakat bahwa mereka menginginkan HR yang lebih terlibat sepenuhnya dalam strategi ketenagakerjaan dan implementasinya.
Survei juga melihat, para pemimpin HR menyadari bahwa bagian dari perubahan mereka adalah masuk secara lebih efektif ke dalam bisnis sebagai mitra.

“Dengan mendekati bisnis sebagai mitra, artinya HR datang sebagai solusi bagi tantangan-tantangan bisnis. HR harus mengambil peran dalam mengajukan strategi-strategi alternatif untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis sambil memantapkan kerja sama,” tandas McCoy.

Tags: