Hindari Lubang Hitam 60 Milyar USD

Rajeev Peshawaria

Setiap tahun perusahaan menghabiskan 60 hingga 80 miliar dolar Amerika untuk program pengembangan kepemimpinan. Padahal mereka menghabiskan dana untuk mengajarkan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat diajarkan.

Demikian Rajeev Peshawaria, penulis buku “Too Many Bosses Too Few Leader” dalam salah satu sesi Super Session ASAP Conference yang berlangsung 31 Oktober – 2 November yang lalu di Singapura.

Menurut Rajeev, meskipun sudah banyak dana yang digelontorkan perusahaan untuk program leadership development, fakta mengatakan, berapa banyak great leader yang dimiliki perusahaan? Nol hingga dua adalah jawaban rata-rata ketika mendapat pertanyaan tersebut.

“Anda beruntung bila memiliki satu great leader sepanjang karir Anda,” ujar Rajeev yang juga CEO Icliff Leadership & Governance Centre itu.

Perusahaan terlalu fokus pada model-model pelatihan kepemimpinan yang selama ini ada, tes psikometri, dan lain-lain, padahal apabila kita membuat daftar para pemimpin terbaik yang kita kagumi, mereka akan datang dari berbagai sifat dan kepribadian.

“Tidak ada personality trait yang sama di antara para pemimpin hebat itu,” ujar Rajeev kepada PortalHR yang mendapat kesempatan melakukan wawancara eksklusif di sela acara konferensi 3 hari di Marina Bay Sands Singapura tersebut.

Menurut Rajeev, apa yang membedakan pemimpin dengan non pemimpin adalah enerji. Para pemimpin hebat memiliki enerji yang tidak ada habisnya. Enerji ini datang dari kejelasan mereka akan tujuan dan value yang mereka miliki.

Sementara para bos, hanya memberi perintah karena memiliki kekuasaan. Pemimpin tidak selalu harus memiliki kekuasaan atau posisi. Yang membedakan mereka adalah enerji untuk selalu berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik. Dengan adanya enerji ini maka seorang leader tidak akan berhenti walaupun banyak mengalami penolakan.

Rajeev mencontohkan Mahatma Gandhi dan CEO Starbucks Howard Schultz untuk menggambarkan konsepnya tentang seorang leader.

“Saya mendefinisikan leadership sebagai the art of harnessing human energy towards the creation of a better future,” ujar salah satu penulis blog Forbes.com itu kepada PortalHR.

Menurutnya, apabila program-program leadership development benar-benar berhasil, maka semua orang bisa menjadi leader. Padahal, apabila kita secara jujur bertanya pada diri kita sendiri, tidak setiap orang ingin menjadi leader. Untuk membantu menemukan hal ini, Rajeev memberikan 6 tough questions yang harus dijawab secara jujur. Pertanyaan ini ada di dalam buku Too Many Bosses Too Few Leaders.

“Ketika ditanya ‘What is your purpose?’ sebagian besar orang sulit menjawab,” ujar Rajeev yang saat ini sedang mempersiapkan buku keduanya.

Nantikan video exclusive Rajeev Peshawaria di portalhr.com. (*/@mei168)

Tags: , , , ,