Headhunter Harus Paham Keinginan Klien

Seorang profesional di bidang jasa rekrutmen atau executive search consultant atau lebih kerennya lagi headhunter dituntut untuk lebih dalam memahami harapan-harapan dan keinginan perusahaan yang menggunakan jasa mereka, dan tidak hanya sekedar menjadi pihak ketiga yang mencari orang untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Demikian ditegaskan oleh Direktur Potensia HR Consulting John Rangam dalam pertemuan para praktisi jasa rekrutmen yang diprakarsai oleh JAC Indonesia di Sky Business Centre, Menara Cakrawala, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/07). Menurut Rangam, banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan oleh seorang headhunter dalam menjembatani antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan tenaga kerja profesional di pasar.

Salah satunya, yang paling ditekankan oleh Rangam adalah concern dari perusahaan klien itu sendiri, dalam hal ini top management-nya. “Umumnya, top management pasti menginginkan kualitas SDM yang bagus untuk pertumbuhan perusahaan. Di samping itu, mereka tentu juga concern pada seberapa cepat perusahaan bisa meningkatkan kualitas SDM lewat rekrutmen,” jelas dia.

Lebih jauh Rangam mengingatkan bahwa dewasa ini organisasi sudah berubah, misalnya dari yang dulunya menganut hierarki tradisional kini berubah menjadi flat structure. Pada sisi lain, perusahaan-perusahaan masa kini sudah tak lagi diwarnai dengan monopoli, melainkan dihadapkan pada kompetisi global.

“Dalam kondisi seperti itu, perusahaan pemakai jasa headhunter tentunya mengharapkan bisa dibantu untuk mendapatkan tenaga kerja kualitas terbaik yang bisa meningkatkan hasil-hasil bisnis, di samping memiliki track record dan etika yang baik pula,” tutur Rangam.

Di luar itu, tambah dia, tak kalah penting untuk diperhatikan soal-soal komunikasi yang jelas antara headhunter dan klien, sehingga kedua pihak memiliki kesamaan persepsi mengenai apa yang dibutuhkan oleh pemakai jasa dan apa yang harus disediakan oleh pemberi jasa rekrutmen. “Problem yang sering muncul, perusahaan kadang justru memanfaatkan konsultan untuk riset,” Rangam menyebut contoh yang harus dihindari..

Tags: