Hati-hati dengan Manajemen Jargon

Apakah Anda termasuk bos atau manajer yang suka menggunakan kata-kata bersayap yang mengawang-awang dalam memberikan arahan kepada karyawan? Hati-hati! Manajemen jargon semacam itu bisa membuat karyawan merasa asing.
Menurut sebuah survei yang dilakukan lembaga bernama Investors in People di Inggris, lebih dari separo karyawan mengaku tidak terkesan pada manajemen jargon yang diterapkan oleh atasan mereka. Sementara, lebih dari 39 persen merasa, penggunaan manajemen kata-kata mencerminkan rasa tidak percaya diri.
Hampir 18% (atau satu dari 5) orang berpikir bahwa manejemen semacam itu hanyalah upaya untuk menutupi sesuatu. Riset tersebut juga menyimpulkan bahwa jargon bisa menciptakan jurang yang menjauhkan antara manajer dengan timnya.
Dari sisi manajer sendiri, survei menemukan bahwa 55% manajer senior menganggap jargon bukanlah sesuatu yang berbahaya. Sedangkan 42% karyawan berpikir, jargon menciptakan kesalahpahaman tentang peran-peran dan tanggung jawab. Enam dari 10 karyawan mengatakan, mereka akan lebih suka jika tidak ada jargon sama sekali di tempat kerja.
Mengomentari hasil survei tersebut, Direktur Investors in People Nicola Clark mengatakan, “Penelitian ini memberi pandangan yang berharga bagi para bos mengenai pengaruh manajemen jargon di tempat kerja.”
“Tentu saja jargon bisa berguna pada saat tertentu, asal manajer tahu kapan saat yang tepat dan bagaimana menggunakannya,” tambah dia.

Tags: