Hargai Karyawan Layaknya Klien Utama

Meskipun jumlah pencari kerja di Indonesia jumlahnya sangat besar, bukan berarti meretensi karyawan menjadi tidak penting bagi perusahaan. Bahkan, bagi industri tertentu, usaha tersebut memerlukan strategi yang tak sederhana. Salah satu kuncinya, perusahaan harus memperlakukan karyawan layaknya klien yang paling berharga.

“Employee Retention Strategy” menjadi salah satu topik yang diangkat pada hari pertama seminar Human Resources Expo 2006 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/12/06). Acara yang mengusung tema besar “Mengelola Manusia untuk Memenangkan Masa Depan” itu dijadwalkan berlangsung sampai Kamis (21/12/06) besok.

Menurut Vice President HR Management PT Telkomsel N Krisbiyanto, meretensi karyawan merupakan salah satu isu paling krusial yang ia jumpai sepanjang 18 tahun pengalamannya berkarir di bidang HR. “Organisasi bisa berbeda-beda tapi masalah terpenting di mana-mana sama, yakni bagaimana mengelola manusianya, ” ujar dia.

Ditegaskan, keberhasilan sebuah program retensi antara lain sangat ditentukan oleh peran top management. “Orang HR harus bertanya kepada top management, seberapa besar komitmen mereka.” Krisbiyanto menyebut perusahaan besar macam Standard Chattered Bank dan Citibank sebagai contoh organisasi yang memiliki komitmen tinggi pada sumber daya manusia.

“Top management harus bersedia meluangkan waktu. Di kedua perusahaan itu, dalam setahun mereka menghabiskan waktu duduk bersama dengan orang HR sampai 2 hingga 2,5 bulan khusus untuk membicarakan masalah HR,” ungkap dia.

Sebaliknya, Krisbiyanto tak lupa mengimbau kalangan HR sendiri agar juga menyediakan waktu untuk memberi pendidikan kepada lini manajer tentang pentingnya HR. “Karena mereka itulah (para manajer) the real HR manager, mereka yang berhubungan langsung dengan karyawan di tiap-tiap unit. Orang HR tinggal menyediakan framework-nya.”

Kepuasan Kerja vs Gaji

Krisbiyanto mengungkapkan, di Amerika umumnya karyawan pindah perusahaan berkaitan dengan masalah kepuasan kerja. Namun, di Indonesia dorongan utama untuk hal yang sama, masih soal gaji. Untuk mengatasinya, menurut dia, bisa dengan membuat rancangan kompensasi yang menarik.

Namun, Krisbiyanto yakin, uang bukanlah segala-galanya dalam merentensi karyawan. Ia pun memberikan tips agar karyawan jatuh cinta pada perusahaan. Antara lain, dengan menciptakan faktor kesenangan di tempat kerja, memberikan pengakuan kepada karyawan, dan pengusaha harus menunjukkan praktik kepemimpinan yang kuat.

Human Resources Expo 2006 diselenggarakan oleh IntiPesan dan menampilkan 20 sesi seminar dengan jangkauan tema yang luas seputar isu HR terkini. Masing-masing sesi menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya untuk sharing pengalaman dalam praktik HR. Mereka adalah para presiden direktur, konsultan senior dan direktur/manajer HR.

Selain seminar, digelar juga pameran perkembangan praktik manajemen dan jasa konsultan HR. Pergelaran ini diikuti tak kurang 500 orang peserta dari kalangan HR di berbagai perusahaan dari seluruh Indonesia.

Tags: ,