“Happy Employee” Belum Tentu Loyal

Karyawan yang puas dengan perusahaan tempat mereka bekerja, atau biasa disebut “happy employee” tidak serta-merta memiliki loyalitas yang tinggi. Keduanya merupakan hal yang berbeda.

Demikian ditegaskan oleh Master Trainer pada OTI Ajai Sigh dalam workshop “Understanding & Successfully Implementing Employee Engagement Survey” di Financial Club, Graha Niaga, Jakarta, Rabu (14/4/2010).

“Karyawan yang puas tidak sama dengan karyawan yang loyal,” ujar Ajai. “Itulah sebabnya perusahaan perlu melakukan survei untuk mengukur engagement karyawan,” tambah dia.

Menurut Ajai, sebuah organisasi umumnya memang memiliki data yang melimpah mengenai kondisi lingkungannya. Namun, ketika bicara mengenai informasi, perusahaan biasanya miskin. “Data-data yang melimpah perlu diolah agar menjadi informasi yang berguna bagi perusahaan,”tandas dia.

Lebih jauh Ajai menguraikan ciri-ciri karyawan yang “engaged”. Antara lain, bangga dengan pekerjaannya. “Karyawan yang enganged adalah mereka yang sepenuhnya melibatkan diri dan memiliki pass dengan pekerjaannya,” kata dia. Di samping itu, mereka juga memiliki hubungan emosional yang positif dengan organisasi, dan peduli pada masa depannya.

Karyawan yang “engaged” juga ditandai dengan sikap-sikap tertentu. Seperti, tahu benar apa yang diharapkan oleh perusahaan dari dirinya, dan keyakinan bahwa pendapatnya diperhitungkan. Workshop juga menampilkan konsultan-konsultan handal lainnya dari OTI, yakni Khrisnan Rajendran dan Naresh Makhijani.

Tags: