Hanya Sepertiga Karyawan yang Benar-benar Loyal

Lihat tempat-tempat kerja di sekitar, dan Anda akan menjumpai situasi yang sama di mana proporsi antara karyawan yang tidak punya komitmen pada organisasi dan cenderung pindah kerja setelah dua tahun jauh lebih besar ketimbang mereka yang benar-benar loyal.

Studi tentang loyalitas karyawan yang dilakukan oleh Walker Information di Amerika menemukan bahwa hanya sepertiga karyawan yang bisa digolongkan loyal.

Laporan hasil penetian yang diberi judul The Loyalty Report for Loyalty in the Workplace itu mengungkapkan tren dalam loyalitas karyawan. Disebutkan, lebih dari sepertiga (36%) karyawan berada dalam posisi rawan, yakni "siap" meninggalkan perusahaan dalam dua tahun.

"Perusahaan dihadapkan pada situasi di mana jumlah karyawan yang peduli pada organisasi jauh lebih besar ketimbang mereka yang bekerja secara positif mendukung perkembangan organisasi," ujar konsultan senior pada Walker Information Chris Woolard.

"Dengan lebih dari sepertiga karyawan diklasifikasikan sebagai rawan, hasil studi kami mengingatkan bahwa sikap-sikap negatif dari kelompok ini akan mempengaruhi organisasi dan kemampuan untuk sukses berkompetisi di pasaran," tambah dia.

<B>Diperburuk</B>

Kondisi tersebut diperburuk oleh temuan College Student Career Confidence Survey yang dilakukan Right Management yang menyebutkan, 61% mahasiswa berharap tidak lebih dari tiga tahun berada di perusahaan tempat mereka pertama kali bekerja.

Laporan Walker juga menyoroti hal ini. Ditemukan bahwa karyawan yang berusia 20-an –atau dikenal dengan istilah Generasi Y– tergolong paling loyal tapi sekaligus juga paling "terbelah". Tujuh puluh persen dari mereka "benar-benar loyal" tapi pada saat yang sama juga "rawan pindah kerja".

"Dengan kata lain, karyawan dari Generation Y lebih percaya diri pada kesempatan-kesempatan yang ada," simpul Woolard.

Sementara itu, CEO Right Management Douglas J. Matthews mengingatkan pentingnya memahami faktor yang memotivasi para lulusan baru zaman sekarang jika perusahaan ingin mereka tetap bergabung lebih dari 3 tahun.

"Kesempatan-kesempatan pengembangan karir merupakan salah satu motivator terpenting. Beri mereka kesempatan untuk berkembang secara profesional, dan kemajuan dalam karir mereka akan meningkatkan keterikatan, produktivitas dan retensi."

Menurut laporan Walker, hal-hal yang paling mendorong terciptanya loyalitas karyawan adalah kejujuran di tempat kerja, perhatian dan kepedulian, kepercayaan pada karyawan, perasaan-perasaan berhasil dan kepuasan dari hari ke hari.