Handry Satriago: Creating ‘Leaders’ not ‘Do-ers’

handry satriago


Handry Satriago, CEO GE Indonesia, kembali menunjukkan perhatiannya terhadap pengembangan SDM dengan turut mengisi acara Indonesia HR Summit 2012 yang berlangsung tanggal 27 September di Bali.

Mengawali sesinya, Handry mengajak para peserta seminar untuk melihat Indonesia secara optimis dan positif. Menurutnya, Indonesia memiliki beberapa karakteristik untuk menjadi negara maju. Salah satunya, bonus demografik dengan sekitar 50 juta pekerja di bawah usia 39 tahun.

Kondisi ini berbeda dengan negara lain yang mengalami ‘aging workforce.’ Namun tantangannya adalah bagaimana menjadikan SDM tersebut sebagai faktor yang menguntungkan dalam berkompetisi (competitive advantage) dan bukan malah menjadi beban.

Untuk itu Handry menggelitik dengan memberikan beberapa usulan, dimulai dengan revolusi sistem pendidikan. Kenaikan anggaran pendidikan 20% dirasa Handry bukan solusi. Perubahan juga harus dilakukan dalam sistem pengajaran yang memberikan ruang bagi pelajar untuk bebas bertanya serta berpikir kritis.

Selanjutnya Doktor bidang leadership yang bercita-cita menjadi pengajar dan peneliti management ini menyoroti pola perusahaan mengembangkan talent. Para pemimpin diminta untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi karyawan untuk mengutarakan ide. Dari pengalamannya sendiri, Handry mengakui pernah mengalami bagaimana melalui sebuah ide seorang karyawannya yang aneh dan sedikit ‘gila’, bisa lahir sebuah bisnis yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, namun juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. “Biarkan mereka mencoba memimpin dan menyelesaikan suatu projek yang beresiko. Tapi dampingi melalui model mentoring. Good leaders make mistake and learn from it,” jelasnya.

Di sinilah diharapkan HR memainkan perannya dalam melahirkan global leaders dari talents yang memang terbatas jumlahnya. Global leaders adalah orang yang memiliki kapasitas memimpin yang hebat dan mampu ditempatkan di dalam ataupun luar negeri. Karyawan yang hanya memiliki skill yang bagus, akan terbatas menjadi do-ers yang baik.

Keberanian mengambil resiko, memutuskan suatu strategi, berwawasan luas, berani mengutarakan pendapat berbeda berdasarkan fakta serta mempengaruhi orang lain, adalah beberapa karateristik yang harus dimiliki leaders.

“HR harus mampu melahirkan bukan hanya global do-ers yang baik, tapi global leaders. Global leaders who understand the country. That’s what we need.”

Tags: , ,