“Great Leader” Harus Mampu Gali Potensi Karyawan Jadi Prestasi

Seorang pemimpin yang baik di masa sekarang ini dituntut untuk mampu menggali dan mengubah potensi anak buahnya menjadi prestasi. Kalau tidak bisa seratus persen potensi itu diubah menjadi prestasi, paling tidak sebagian. Yang jelas, jangan sampai seorang pemimpin justru membuat anak buah terdismotivasi.
Demikian benang merah yang bisa ditarik dari perbincangan antara PortalHR.com dengan Business Partner and Head of Leadership Development Group pada Dunamis Organization Service Tommy Sudjarwadi di Jakarta, Senin (20/4/09) tentang isu kepemimpinan dewasa ini.
Menurut Tommy, berbagai konklusi yang menyatakan bahwa saat ini kita mengalami krisis kepemimpinan, boleh jadi memang ada benarnya. Namun, perlu dianalisis secara lebih mendalam sebab kepemimpinan itu sendiri bukanlah sesuatu yang berdimensi tunggal, melainkan mengandung sejumlah esensi. “Masalahnya, kalau dibilang krisis, kita ini krisis pada esensi yang mana?” ujar dia.
Mencoba menengok terlebih dahulu ke belakang, Tommy melihat bahwa tuntutan dunia usaha terhadap tenaga kerja saat ini berbeda dengan pada masa lalu. “Dulu mungkin potensi karyawan melebihi atau setidaknya sama dengan tuntutan yang ada, tapi sekarang tuntutan makin tinggi sehingga tak jarang potensi karyawan tak mampu memenuhi tuntutan itu.”
Sementara, lanjut Tommy, apa yang disebut sebagai prestasi kerja tak lain adalah puncak dari gunung es potensi. “Nah, seorang great leader harus mempu menggali dan mengubah, kalau bisa seluruh potensi karyawan itu menjadi prestasi,” ujar mantan Human Capital Director pada PT Austindo Nusantara Jaya itu.
Caranya? Dengan memberikan input, tidak hanya terhadap sisi fisik karyawan melainkan juga sisi mental/intelektual, spritual dan emosional. “Training, misalnya, merupakan input dari pemimpin untuk meningkatkan dimensi mental atau intelektual karyawan,” mantan Senior VP pada Bank Putra Multikarsa itu menyebut contoh.
Lebih jauh, Tommy memaparkan empat esensi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Masing-masing adalah membangkitkan kepercayaan, memperjelas tujuan, menyelaraskan sistem dan melejitkan talenta. “Katakanlan, itu semua kompetensi yang harus dikembangkan dari diri para pemimpin,” tegas ayah dua anak yang pernah menjabat sebagai Senior Manager HRG Bank Niaga itu.
Lulusan Teknik Sipil ITB dan peraih gelar MBA bidang HR Management dari IPPM Jakarta yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam layanan pengembangan organisasi ini akan tampil pada Leadership Public Workshop yang diadakan oleh Dunamis pada 28 hingga 30 April 2009.

Tags: