Gen Y Tak Sepenuhnya Beda dengan Generasi Tua

Selama ini, karyawan dari generasi yang lebih muda atau disebut Gen Y lebih sering dipandang secara negatif ketimbang positif. Misalnya, mereka dianggap manja, egois dan susah bekerja sama dalam tim. Sebuah studi baru menyanggah penilaian itu. Dilaporkan, karyawan berusia 18-30 tahun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan generasi pendahulu mereka.

Dilakukan oleh perusahaan konsultan Penna dan lembaga HR Chartered Institute of Personnel and Development di Inggris, studi tersebut menyimpulkan bahwa asumsi umum yang dimiliki para pemimpin perusahaan tentang perbedaan (antar)generasi kebanyakan salah. Salah satu asumsi yang paling umum tersebut mengatakan bahwa Gen Y merupakan “generasi gue” yang banyak menuntut dan mementingkan kebutuhan diri sendiri. Faktanya, mereka yang berusia di bawah 30 tahun umumnya justru mencari lingkungan tempat mereka bisa merasakan bahwa dirinya bagian dari tim, dan menjalin pertemanan.

Anggapan bahwa karyawan Gen Y tidak loyal dan selalu siap melompat ke “kapal” yang lain, juga diragukan. Survei menemukan, separo dari responden mengaku akan tetap bekerja di perusahaan yang sekarang sampai lima tahun ke depan. Direktur Pengelola Penna Recruitment Communications Anne Riley mengatakan, temuan-temuan tersebut memiliki implikasi yang luas bagi bisnis berkaitan dengan bagaimana mereka meng-ttract staf serta bagaimana meretensi mereka.

“Tanpa perusahaan benar-benar memahami apa perbedaan satu generasi dengan generasi yang lain yang harus diperhatikan dan apa yang mereka harapkan di tempat kerja, maka kesalahpahaman dan penolakan akan muncul khususnya dalam tim-tim inter-generasional,” ujar dia. Riley mengingatkan bahwa kemungkinan paling buruk dari konflik tersebut bisa mempengaruhi kinerja bisnis. Oleh karenanya, dia menekankan pentingnya pemahaman yang benar dari masing-masing generasi sehingga perusahaan bisa merancang sistem reward bagi masing-masing karyawan dar generasi yang berbeda.
“Dengan demikian, kreativitas dan inovasi akan datang dari intekasi antar dan sesama generasi di tempat kerja,” tambah dia.

Pemahaman akan masing-masing generasi juga membantu perusahaan dalam melaksanakan rekrutmen. Membuat sistem rekrutmen yang berbeda bagi generasi yang berbeda akan memungkinkan perusahaan menarik perhatian kandidat yang datang dari generasi yang berbeda. “Memahami kemiripan-kemiripan antargenerasi sama pentingnya dengan memahami perbedaan-perbedaan mereka,” tandas Riley.

Tags: