Gen Y Mengubah Pola Pikir Tentang Karir

Tindak tanduk Gen Y juga mendapat sorotan dari para pengamat karir. Menurut Ardiningtyas Pitaloka, konsultan senior Konsultankarir.com, perilaku gen Y ini semakin sulit untuk dikontrol. Bahkan menurutnya, ada beberapa hal yang berubah karena generasi yang kerap disebut millenial ini.

“Dalam pandangan saya, yang bombastis adalah perubahan pola pikir tentang karir,” ujar Tyas.

Walau sebagian masyarakat kita masih memandang karir secara linier, namun sejalan dengan dinamika dunia global, pola linier ini sangat berbeda dari linier era Babyboomers atau generasi X.

“Generasi Y menuntut pergerakan yang lebih cepat, bahkan kenaikan tingkat 2 tahun akan dianggap lama,” ujar Tyas.

Untuk itu menurutnya HR dan perusahaan harus segera menyesuaikan diri untuk membenahi pola reward dan tantangan yang lebih konkret.

“Janji akan jaminan pensiun tidak terlalu menggoda lagi, karena telah bermunculan layanan pensiun mandiri termasuk investasi,” ujar Tyas.

Bagaimana dengan loyalitas karyawan? “Work engagement akan semakin menggantikan loyalitas. Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh HR adalah dengan menciptakan dan mendorong rasa memiliki karyawan atas pekerjaan atau tugas atau project. Rasa memiliki ini menjadi daya dorong yang juga kuat untuk karyawan ‘betah’ karena merasa ‘at home’ di tempat kerja,” tutur Tyas.

Selain itu Tyas juga menambahkan tuntutan flexi time sebenarnya akan semakin mendominasi, namun hal itu membutuhkan trust yang tinggi antara atasan dan karyawan.

“Jika perusahaan mampu mendorong rasa memiliki karyawan terhadap pekerjaan, maka flexi time akan menjadi tandem yang menjanjikan,” pungkas Tyas. (@nurulmelisa)

Tags: ,