Garuda Bantah Diskriminasikan Pilot Lokal

garuda

Banyak yang kini cemas terhadap ancaman mogok yang akan dilakukan pilot Garuda Indonesia, besok Kamis (28/7). Garuda pun tengah berusaha keras agar jadwal penerbangan tidak terganggu.

Kebenaran para pilot Garuda akan mogok terbang memang masih simpang siur. Ihwal ancaman mogok yang akan dilakukan oleh Asosiasi Pilot Garuda (APG) ini mengemuka ketika mereka melakukan jumpa pers pada Selasa (12/7). Mereka menuntut manajemen Garuda berlaku adil dalam memperlakukan antara pilot lokal dengan asing.

Dalam jumpa pers tersebut, kuasa hukum APG Said Damanik menjelaskan telah terjadi diskriminasi kesejahteraan yang dialami oleh kapten pilot maupun first officer lokal dengan kapten pilot dan first officer asing. Diskriminasi kesejahteraan ini antara lain pilot asing bisa memperoleh penghasilan 2 kali lebih besar dari pilot lokal. Selain itu, fasilitas yang diterima oleh pilot asing yang sangat berlebihan.

Atas tuduhan ini, manajemen PT Garuda Indonesia Tbk jelas-jelas menolak. Sebaliknya, Garuda mengklaim jumlah gaji yang didapatkan oleh pilot-pilot lokalnya lebih besar ketimbang gaji pilot asing yang dikontraknya. Dalam sebulan gaji pilot lokal mencapai Rp 71 juta, sementara pilot asing Rp 68,8 juta/bulan.

Dalam siaran pers Rabu (27/7/2011), Vice President Corporate Communication Garuda Pujobroto, menyebutkan Garuda mulai merekrut para penerbang asing sejak bulan Oktober 2010, dan telah mulai melaksanakan sosialisasi mengenai hal tersebut kepada karyawan, khusus para penerbang, sejak bulan Januari 2011.

Pujobroto menyayangkan masalah pilot asing ini ramai dibicarakan dan menjadi alasan bagi pilot lokal melakukan aksi mogok. Padahal menurut Pujobroto, pilot asing menerima gaji yang lebih kecil dibandingkan pilot lokal. “Saat ini Garuda mempekerjakan sebanyak 43 pilot kontrak dan 34 diantaranya adalah pilot asing. Sebanyak 36 diantara 43 pilot kontra tersebut akan berakhir masa kontraknya pada pada bulan Oktober-November 2011, dan sisanya 7 pilot akan berakhir pada bulan Februari 2012,” kata Pujobroto.

Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari, dalam jumpa pers yang digelar Rabu siang (27/7/2011) di Gedung Sport Centre Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Banten juga membantah bahwa Garuda pilih kasih dalam hal gaji pilot asing. “Katanya gaji pilot asing 2 kali lipat. Itu tidak benar,” tukas Ari.

Ari lantas memberikan gambaran kalau pilot asing itu dikontrak 1 tahun. “Gaji mereka 12 kali dan tidak ada Tunjangan Hari Raya (THR). Sementara pilot lokal   digaji 15,5 kali,” imbuhnya. Rincian gaji tersebut, lanjut Ari berupa 12 kali gaji bulanan, 1 kali gaji THR, 1 kali gaji tunjangan pendidikan serta uang pesangon cuti, dan 1,5 gaji akhir tahun. “Pilot asing juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan jamsostek, dan asuransi personal kecelakaan. Bahkan untuk pesangon pensiun dan penghargaan masa bakti 20 tahun, pilot asing juga tidak dapat,” kata Ari lagi.

Terlepas dari jadi tidaknya aksi mogok, Garuda telah menyiapkan langkah-langkah antisipasinya. Di website Garuda jelas sekali dipasang pengumuman bahwa jadwal penerbangan besok diusahakan semaksimal mungkin tidak ada perubahan.

Pujobroto menyebutkan, jika memang terjadi pemogokan kerja pilot pada besok Kamis (28 Juli 2011). “Kami telah menyiapkan penerbang yang selama ini bertugas sebagai instruktur dan penerbang yang duduk di struktural manajemen untuk melaksanakan penerbangan besok. Kami juga telah menyiapkan akomodasi bagi para penerbang di hotel-hotel terdekat di area bandara Soekarno-Hatta untuk standby, apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk menerbangkan pesawat,” tambah Pujobroto.

Perbandingan gaji pilot lokal dan asing Garuda Indonesia versi Manajemen:

Jenis Pendapatan

Gaji Pokok:

Pilot Lokal:   Rp 47.7 Juta/ Bulan

Pilot Asing $8100 setara dengan 68,8 Juta / Bulan

Tunjangan Terbang (Flight Allowance)

Pilot Lokal: Rp 10 Juta (dengan asumsi 60 jam terbang)

Pilot Asing: (Tidak Dapat, karena termasuk di Gaji , produksi 80 jam terbang)

Benefit Cash (TTT, THR, BIT , Insentif/Bonus) 3,5 x Gaji /tahun atau Rp 13,9 Juta/Bulan

Total Diterima Setiap Bulan:

Pilot Lokal:  Rp 71 Juta

Pilot Asing: Rp 68,8 Juta

Total Diterima Setiap Tahun:

Pilot Lokal:  Rp 860 Juta

Pilot Asing: Rp 826 Juta

Benefit/Non Cash:  Medical Allowance, Personnal Accident Assurance, Lost of Flying Licence, Iuran Pensiun, Jamsostek, Kesehatan Pensiun, Penghargaan Masa Kerja 20 th, Penghargaan Pensiun

Pilot Lokal: Rp 12,3 Juta/ Bulan

Pilot Asing: Rp 2,25 Juta/Bulan

Tunjangan Rumah

Pilot Lokal: tidak ada

Pilot Asing: US$ 1.200 atau setara dengan Rp 10 Juta/Bulan.

(Rudi Kuswanto)

Pengumuman di bawah diambil dari website Garuda Indonesia:

Tags: , ,