Gaji Tinggi CEO Menimbulkan Efek Berantai

Gaji CEO yang eksesif bisa menimbulkan efek yang lebih besar ketimbang yang selama ini dipercaya. Apa itu? Mempertinggi angka pergantian karyawan level lebih rendah dalam organisasi dan merugikan pendapatan-pendapatan pemegang saham.

Para ahli masalah kompensasi eksekutif di Amerika telah merilis berita, yang merupakan penelitian terobosan soal analisis persepsi keadilan dalam gaji eksekutif dan bagaimana bayaran CEO menimbulkan efek yang berantai terhadap jabatan-jabatan di bawahnya dalam perusahaan.

Studi baru bertajuk “Overpaid CEOs and Underpaid Managers: Fairness and Executive Compensation” itu meneliti data dari 120 perusahaan dalam periode lima tahun. Hasilnya, studi tersebut menemukan bahwa bayaran CEO menimbulkan konsekuensi langsung terhadap gaji karyawan level di bawahnya. Hal tersebut disebabkan pengaruh gaji tinggi CEO secara berantai merembet –dengan derajat yang berkurang- ke bawah.

Studi yang dipublikasikan dalam Organization Science edisi September/Oktober 2006 itu berpendapat, efek kumulatif dari gaji tinggi yang sistemik itu berdampak pada keseluruhan kinerja organisasi, termasuk nilai shareholder.

“Bayaran besar yang diberikan kepada sejumlah eksekutif senior, total biayanya bisa sangat besar dan, dalam sejumlah kasus, secara signifikan mempengaruhi pendapatan-pendapatan pemegang saham,” ujar Profesor dari Stanford Graduate School of Business Charles O’Reilly, yang menulis laporan penelitian tersebut.

Lebih dari itu, gaji CEO memiliki pengaruh besar terhadap pergantian karyawan. Studi tersebut menemukan bahwa CEO adalah patokan bagi karyawan dalam menentukan apakah gaji mereka sendiri adil. Jika CEO dibayar sangat tinggi, level di bawahnya akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk meninggalkan perusahaan.

Efek semacam itu menjadi lebih kentara pada level yang posisinya makin jauh dari CEO. Di situ tampak, bahkan jika karyawan dibayar relatif lebih tinggi di atas gaji pasar, jika CEO mereka dibayar dengan persentase yang sangat besar, maka mereka akan lebih cenderung untuk meninggalkan perusahaan.

“Kompensasi CEO berpengaruh terhadap retensi karyawan lebih daripada yang kita sadari,” ujar anggota tim peneliti dari Rutgers University James B. Wade. “Riset kami menemukan bahwa gaji tinggi CEO berhubungan dengan pergantian karyawan, yang memiliki konsekuensi penting dalam jangka panjang.

Salah satu alasan untuk efek tersebut adalah karena CEO cenderung peduli terhadap persepsi keadilan. Jika CEO dibayar tinggi, dia akan secara sadar menggunakan pengaruhnya untuk membayar yang lain dengan tinggi pula. Dan, jika dia dibayar rendah, maka itu akan ada dampaknya pula.

“Riset kami memperlihatkan bukti bahwa CEO peduli dengan keadilan, dan mereka lebih lebih mungkin berbagai penghargaan ketimbang berbagi beban,” kata anggota tim peneliti Timothy Pollock dari Universitas Penn State. “Tapi, itu bisa mahal dan memiliki potensi melukai standar perusahaan jika penghargaan tidak terbagi secara penuh,” tambah dia.

Tags: ,