Gaji Kecil Bukan Alasan untuk Tak Siapkan Dana Pensiun

Gaji kecil bukanlah alasan bagi karyawan untuk “malas” menabung guna mempersiapkan masa pensiun. Para pemimpin HR harus membantu mengubah pola pikir karyawan yang umumnya menabung hanya kalau ada sisa uang. “Menabung untuk hari tua itu harus dipaksa,” ujar Assosiate Senior HR Consultant pada PT JAC Indonesia Ir FX Djoko Soedibjo dalam perbincangan dengan PortalHR.com di Jakarta. Praktisi senior bidang HR yang dikenal dengan Rumus Sundulan DS itu menegaskan, karyawan harus bersedia bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

“Coba lihat, banyak orang asing datang ke Indonesia padahal usia mereka sudah tua-tua. Itu karena mereka sejak muda menabung buat hari tua,” Djoko memberi contoh. Bagi mantan Direktur HR Indomobil dan HSBC itu, menabung merupakan sesuatu yang harus dipaksakan, ada atau tidak ada. “Itu strategi. Oleh karenanya mind set karyawan harus diubah dulu. Sebab, siapa yang akan menjamin hari tua kita kalau bukan kita sendiri?” tanya Djoko retoris.

Keprihatinan Djoko atas ketiadaan program pensiun di banyak perusahaan mendorong dirinya untuk menggelar berbagai pelatihan dan workshop bagi jajaran manajer HR tentang merancang program pensiun karyawan. “Para manajer HR hendaknya peduli untuk memikirkan pensiun karyawan, misalnya bekerja sama dengan asuransi mengumpulkan iuran dari karyawan,” ujar Djoko seraya menambahkan, karyawan sendiri mestinya juga mulai sadar mengenai pentingnya dana pensiun.

Para manajer HR juga disarankan untuk mendorong karyawan mendirikan koperasi simpan pinjam dan mengadakan pelatihan mengenai cara efektif dan hemat membelanjakan uang gaji. “Lebih-lebih di masa krisis seperti sekarang ini, hal semacam itu semakin terasa penting untuk dipikirkan,” tandas Djoko. Menurut dia, program Jamsostek selain tidak cukup, sebenarnya juga tidak sama dengan dana pensiun. “Jamsostek itu jaminan hari tua, bukan dana pensiun. Dari segi jumlah terlalu kecil,” ujar dia.

Tags: ,