Gaji Dirut Bank Mandiri Rp 166 Juta

Pemegang saham PT Bank Mandiri Tbk menyetujui kenaikan gaji direksi sebesar 11,06% pada 2009. Dengan kenaikan tersebut maka gaji direktur utama Bank Mandiri menjadi Rp 166 juta. “Agenda keempat telah disetujui oleh pemegang saham yaitu penyesuaian gaji direksi sebesar 11,06% serta pembagian tantiem gross sebesar 1,16% dari laba bersih,” kata Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo usai Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas (RUPST) di Jakarta awal pekan ini.

Agus mengatakan nilai kenaikan 11,06% untuk dirinya itu sekitar Rp 16 juta. “Kalau sekarang itu gaji saya Rp 150 juta dengan kenaikan ini jadi Rp 166 juta,” ungkap dia seperti dilaporkan Detikcom. Pemegang saham menyetujui kenaikan gaji seiring meningkatnya kinerja Bank Mandiri pada 2008. “Tahun 2008 pertumbuhan laba bersih sekitar 23%, rupanya pemegang saham menilai perlu memberikan kenaikan gaji sebesar 11,06% di jajaran direksi,” papar Agus.

Kenaikan gaji jajaran Direksi Bank Mandiri dianggap wajar karena kerja keras manajemen membuat pencapaian kinerja bank pemerintah itu sangat spektakuler pada 2008.
Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 5,31 triliun pada 2008, atau naik 22,3% dibanding tahun sebelumnya, Rp 4,35 triliun. Laba 2008 merupakan pencapaian tertinggi Bank Mandiri sepanjang sejarahnya.

Kendati naik, kabarnya gaji direksi Bank Mandiri ini masih kalah dengan dua bank BUMN lainnya yang memberikan penghargaan lumayan kepada direksinya. Saat ini bank BUMN yang masih ditunggu pelaksanaan RUPST-nya adalah BNI dan BRI.

Kinerja Menurun

Secara umum, kinerja BUMN tahun ini menurun. Kementerian Negara BUMN tidak akan memberikan bonus bagi direksi yang kinerja perusahaannya menurun. Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, aturan tersebut tercantum dalam remunerasi BUMN.
“Remunerasi ada yang fixed dan variable. Variable itu bonus, kalau income berkurang bonus berkurang, bahkan bisa enggak dapat bonus juga,” kata dia di Jakarta akhir pekan lalu.

Sofyan berharap dengan aturan seperti itu kinerja seluruh perusahaan plat merah bisa terus berkembang ke depannya. Ditambahkan, tingkat remunerasi BUMN selama ini terus ditingkatkan sehingga bisa kompetitif dengan perusahaan swasta di industri sejenisnya.
“Gaji BUMN dengan perusahaan sejenis masih kompetitif. Seperti contohnya bank, itu supaya orang yang terbaik tetap bertahan di situ,” tegas dia.

Secara umum, Sofyan menandaskan, masalah kenaikan upah baik di tingkat direksi maupun karyawan BUMN harus dilihat seimbang antara supply dan demand. “Begitu supply and demand sama, yang akan menetukan upah kemudian adalah kualitas dan produktivitas,” ujar dia.

Tags: