Freelancer Lebih Bahagia Ketimbang Karyawan Tetap

Kini bekerja tidak selalu identik dengan kantor, tren yang terjadi belakangan ini justru mendorong beberapa orang untuk lebih kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Keinginan untuk lebih bebas dan tidak terikat mendorong semakin banyaknya pekerja lepas atau freelancer di dunia.

Walaupun kadang status freelancer tersebut identik dengan “berpindah-pindah” dan kurang “aman,” namun sebagian freelancer malah memilih terjun dan bekerja sebagai pemain solo. Kebanyakan mereka memilih bekerja freelance karena alasan “independen” dan menemukan kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan tetap di perusahaan-perusahaan.

Selain itu, alasan yang sering muncul karena para freelancer tersebut mengaku dibayar lebih layak dibanding pekerja tetap. Seperti dilansir dari Fox.news.com, sekitar 28% freelancer mengatakan memilih menjadi pekerja kontrak karena bayarannya lebih baik. Alasan lainnya mereka merasa lebih fleksibel dan bisa membuat jadwal sendiri dan bertanggung jawab atas karir mereka sendiri.

Hasil survey ini diambil dari studi Harris Interaktif yang dilakukan untuk Ranstad dan diikuti oleh 225 manajer SDM dan 2.035 pekerja.

Berikut adalah beberapa temuan yang lebih menarik:

– 73% dari pekerja kontrak menilai potensi perkembangan yang mereka miliki saat ini dalam tahap “good” dan “excellent”

– 86% dari freelancer mengatakan tingkat kepuasan kerja mereka sangat baik dibandingkan 73% dari pekerja tetap

– 60% pekerja kontrak sangat percaya diri dengan mengatakan “saya dibayar dengan harga saya” dibandingkan dengan 42% pekerja tetap yang lain.

Penelitian itu mempertimbangkan kepuasan kerja ternyata berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan, terutama menyangkut ketenangan mental seperti stress dan depresi. Analisis ini menemukan bahwa rata-rata karyawan dengan tingkat kepuasan kerja yang rendah lebih memungkinkan mengalami emosi yang tidak stabil, dan kecemasan yang berlebihan. Penelitian lain menemukan bahwa pekerja yang lebih fleksibel memiliki kesehatan fisik yang lebih baik, terutama mental dibanding dengan karyawan lainnya. Fleksibilitas itu juga termasuk jam tidur yang seimbang dan manajemen stress yang lebih baik.

Studi baru yang lain juga menemukan bahwa semakin banyak perusahaan yang mengandalkan pekerja sementara atau kontrak. Menurut penelitian, 67% perusahaan tidak ragu mempekerjakan pekerja non-permanent, dan hampir sepertiga dari pekerja kontrak itu menduduki posisi manajerial. Bahkan menurut Research Pew Study, pekerja freelance lebih keras memperjuangkan finansial mereka daripada pekerja tetap.

Tags: