Fleksibilitas Kerja, Kunci Menuju Perusahaan Terbaik

Perusahaan-perusahaan yang ingin dilihat sebagai “tempat kerja pilihan” yang menarik dan terbaik harus lebih fleksibel dan mendukung kehidupan karyawan di luar kantor, dan lebih memberikan kesenangan dalam bekerja. Keberhasilan Google menempati urutan teratas dalam daftar “100 Best Companies to Work For” yang dikeluarkan oleh Majalah Fortune menegaskan -dan mengingatkan kembali- kalangan pengusaha akan pentingnya keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi karyawan.

Daftar peringkat tersebut disusun berdasarkan riset yang dilakukan oleh Great Place to Work Institute, dan menemukan bahwa faktor-faktor lain yang umum dijumpai dalam perusahaaan-perusahaan terbaik adalah meningkatnya keragaman ras dan gender, tersedianya komunikasi-komunikasi internal dan adanya program-program pemberian saham kepemilikan kepada karyawan.

Menurut salah seorang pendiri Great Place to Work Institute Robert Levering, yang juga ikut menyusun “100 Best Companies to Work For” tersebut, tantangan terbesar bagi perusahaan dalam satu dekade terakhir berasal dari pihak pengusaha sendiri. Yakni, bagaimana sikap mereka terhadap kerja, keluarga dan fleksibilitas.

Sebagai contoh, 72 dari 100 perusahaan yang masuk daftar memberikan program-program pembagian kerja, berbanding dengan hanya 18 (dari 100) pada satu dekade lalu. Mirip dengan kecenderungan itu, 79 perusahaan memperpendek minggu-kerja dalam setahun, berbanding dengan hanya 25 perusahaan pada 1998.

Robert Levering juga menunjuk fakta lain yang berkaitan dengan pengaruh teknologi. Bahwa, kini 82 perusahaan telah mengedepankan bekerja-dari-luar-kantor atau kerja jarak jauh, berbanding dengan hanya 18 pada 1998.

Cisco merupakan contoh perusahaan yang memiliki proporsi terbesar dalam hal kerja jarak jauh, dengan 9 dari 10 karyawan bekerja dari rumah pada saat-saat tertentu. Lima perusahaan lainnya tercatat memiliki separo atau lebih karyawan yang bekerja dari luar kantor, berbanding dengan hanya satu pada 10 tahun lalu.

Standar Minimum

Salah satu standar “terbaik” yang paling minim dalam perusahaan di Amerika sejak satu dekade lalu adalah pencantuman hubungan-hubungan domestik dan pasangan-pasangan sesama jenis dalam cakupan rancangan benefit. Sejak itu, 28 perusahaan terbaik memberikan asuransi kepada pasangan domestik. Tahun ini, angkanya melonjak tajam menjadi 70 perusahaan.

Kemajuan juga tercermin dari fakta: 9 dari 10 karyawan yang bekerja di perusahaan “Fortune’s 100 Best Companies to Work For” merasa bahwa manajemen mendorong mereka untuk menyeimbangkan antara bekerja dengan kehidupan pribadi di luar kantor. Angka tersebut merupakan kenaikan 11% dari 10 tahun lalu. Dengan prosentase kenaikan yang hampir sama, karyawan juga berpikir bahwa perusahaan mereka kini memberikan benefit yang khusus dan unik.

“Berbagai kemajuan dan peningkatan itu merupakan hasil langsung dari kompetisi global,” simpul Robert Levering. “Banyak perusahaan kini menyadari bahwa mereka tidak bisa sukses bersaing jika tidak berhasil menarik dan mempertahankan pekerja-pekerja paling berkualitas.” Sederhananya, simpul dia, karyawan sekarang tidak tertarik dengan lingkungan tempat kerja yang buruk. Dan, khususnya pekerja perempuan, menginginkan perusahaan yang lebih ramah-keluarga.

Tags: ,