Facebook Baru Digunakan Perusahaan Untuk Branding

haryosuryosumarto

Pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang tercepat di dunia, Indonesia kini menempati posisi ketiga pemakai Facebook terbanyak di dunia. Yang menjadi pertanyaan, apakah potensi besar Facebook ini sudah dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan, khususnya para perekrut?

Menurut Haryo Suryosumarto, pendiri PT Headhunter Indonesia, pemanfaatan Facebook sebagai salah satu alternatif media rekrutmen masih belum maksimal, karena Facebook di Indonesia lebih sering digunakan sebagai media sosialisasi secara virtual atau sebagai tempat berjualan online dan aktifitas hiburan seperti game sosial dan interaktif.

Hal itu menurutnya terjadi karena mindset dari pengguna Facebook itu sendiri. “Efektifitas Facebook sebagai media rekrutmen juga dirasa masih kurang dalam menemukan kandidat yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan, apalagi bila dibandingkan dengan media sosial lainnya yang memang ditujukan untuk para profesional seperti Linkedin, atau dibandingkan dengan job boards, misalnya JobsDB atau Jobstreet,” ujar Haryo.

Hal ini sebetulnya mengacu pada mindset sebagian besar orang Indonesia yang menganggap bahwa Facebook tidak lebih sebagai sebuah sarana untuk bertegur-sapa ataupun berbagi foto dengan kawan dan kerabat secara online, dan belum sebagai sarana untuk mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan aspirasinya, demikian Haryo menambahkan.

Meskipun di negara-negara maju, misalnya di Amerika dan juga beberapa negara Eropa, pemanfaatan social media (khususnya Facebook) sebagai salah satu alternatif media rekrutmen sudah sangat lazim dilakukan, namun di Indonesia pemanfaatan social media baru digunakan untuk branding sebuah perusahaan. “Pemanfaatan sebagai sarana branding, baik dengan tujuan corporate branding maupun employer branding sudah mulai banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka,” ujar Haryo.

Dan bila perusahaan berhasil menemukan kandidat dari Facebook, hal itu akan menjadi keuntungan dari branding perusahaan, tambahnya.

“Membuka lowongan kerja melalui Facebook ataupun Twitter sebetulnya lebih merupakan salah satu upaya melakukan branding, dalam artian bila berhasil menemukan kandidat yang tepat maka itu merupakan sebuah keuntungan, tapi bila tidak berhasil maka setidaknya akan lebih banyak orang yang tahu mengenai perusahaan atau employer tersebut dan berusaha mencari informasi lebih detail dengan mengunjungi situs resmi perusahaan,” ujar Haryo.

Namun bukan berarti tidak ada perusahaan yang berhasil menemukan kandidat pegawai yang sesuai melalui Facebook, hanya mungkin prosentasenya di Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan keberhasilan menemukan kandidat yang tepat melalui media konvensional lainnya, seperti media cetak, online job boards, Linkedin ataupun referensi internal.

Dengan perkembangan tekonologi dan media sosial yang semakin luas, sebaiknya perusahaan melakukan optimalisasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dengan semakin mudahnya akses informasi melalui berbagai perangkat komunikasi, employer harus berpikir untuk menggunakan diversifikasi strategi rekrutmen yang memanfaatkan beberapa media sosial sekaligus, yang kesemuanya bermuara ke situs resmi perusahaan. Melalui situs resmi perusahaan itulah si calon kandidat bisa mengirimkan lamaran setelah sebelumnya mempelajari lebih detail mengenai lowongan pekerjaan yang diiklankan dan juga menggali informasi lebih dalam mengenai perusahaan, sejarah, filosofi dan juga produk-produknya.

“Melalui metode tersebut employer bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus. Pertama, mendapatkan kandidat berkualitas yang memiliki gambaran lebih lengkap mengenai perusahaan yang dilamarnya. Kedua, dengan semakin banyak orang yang mengakses situs resmi perusahaan maka dengan sendirinya akan membuat brand awareness perusahaan juga semakin baik di mata publik,” tutup Haryo.

Tags: ,