Enam dari 10 Profesional Pindah Kerja 2 Kali dalam 5 Tahun Terakhir

Perkembangan situs-situs penyediaan jasa pencarian kerja secara online semakin membuat para profesional leluasa bergerak untuk terus mencari pekerjaan baru. Tak heran jika 6 dari 10 kaum profesional mengaku telah pindah kantor sedikitnya dua kali dalam lima tahun terakhir.

Beyond.com, Inc., sebuah jaringan raksasa online komunitas karir di AS melakukan jajak pendapat terhadap kalangan profesional bisnis dari berbagai wilayah dan industri. Ditemukan kecenderungan yang tinggi pada para profesional untuk berpindah-pindah tempat kerja sepanjang perjalanan karir mereka.

Sebanyak 5500 pengunjung jaringan Beyond.com merespon jajak pendapat tersebut, yang intinya menanyakan:”Berapa kali Anda telah berpindah perusahaan tempat bekerja dalam 5 tahun terakhir?” Hasilnya:

37% — belum pernah pindah

42% — dua atau 3 kali

12% — empat atau 5 kali

9% — lebih dari 5 kali pindah

Mengubah Dunia

“Sukses dan popularitas perusahaan-perusahaan online job telah mengubah dunia pencarian pekerjaan dengan ribuan kesempatan kerja kini tersedia secara online. Para pencari kerja baik yang aktif maupun pasif dengan cepat akan mengetahui jika ada lowongan kerja baru,” ujar CEO Beyond.com Rich Milgram.

“Kemungkinan-kemungkinan pekerjaan yang tiada henti ditawarkan terus memanggil-manggil para pencari kerja, dan banyak di antara mereka (yang sudah bekerja) yang memilih untuk mencari pekerjaan lain,” tambah dia.Milgram mengakui, pindah tempat kerja memang bisa menjadi jalan untuk mempercepat peningkatan karir. Namun diingatkan bahwa riwayat pekerjaan bisa mempengaruhi “nilai jual” para profesional di mata pimpinan perusahaan.

“Meskipun banyak perusahaan tertarik untuk meng-hire karyawan yang memiliki banyak pengalaman kerja, namun seorang profesional mestinya memastikan diri sebagai aset masa depan perusahaan yang dilamarnya dengan membuktikan bahwa pengalaman kerja dan pengetahuan pada bidang industri tertentu akan memberi nilai (tambah) bagi perusahaan.”

Jadi? Milgram memberikan tips kecil bagi Anda yang “terpaksa” menjadi “kutu loncat”:
Batasi sejarah riwayat pekerjaan dalam CV Anda. Usahakan untuk mengirim resume hanya dalam 1-2 halaman. Jika Anda memang sudah sering pindah kerja, cantumkan yang relevan saja.Beri penjelasan singkat. Jika Anda pernah pekerja di suatu perusahaan dalam waktu yang sangat singkat, tapi itu perlu disebutkan di CV, pastikan Anda punya penjelasan, mengapa tidak bertahan lama di perusahaan tersebut.

Perlihatkan bahwa Anda akan mampu memenuhi bahkan melampaui tujuan-tujuan perusahan. Terlepas dari berapa kali Anda sudah berpindah-pindah kantor, penting untuk memastikan bahwa resume Anda memperlihatkan bahwa Anda mampu memberi kontribusi yang positif di mana pun Anda berada.

Tunjukkan sisi positif dari pengalaman Anda berpindah-pindah perusahaan. Misalnya, dari berbagai posisi yang pernah Anda duduki, kini Anda memiliki keterampilan dalam manajemen, fleksibiltas, ketegasan, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dan belajar dengan cepat.

Tags: ,