“Employer Branding” Kunci Memenangi Persaingan Bisnis

Kualitas interaksi pemimpin bisnis dengan karyawan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan dalam memenangi persaingan bisnis. Sayangnya, masih banyak pemimpin perusahaan di Indonesia yang mengabaikan keunggulan lingkungan dan budaya kerja atau "employer branding", yang merupakan pilar utama pertumbuhan bisnis.
Demikian hasil studi yang dilakukan Hay Group dan Indopacific Edelman yang diungkapkan di Jakarta, Rabu (24/2). Studi Edelmen mengukur tingkat kepercayaan pemangku kepentingan terkait posisi karyawan dalam perusahaan. Adapun Hay Group mengukur persepsi karyawan di Asia terhadap perusahaan. Kedua studi itu saling melengkapi.
Direktur Hay Group kawasan Asia Tenggara Stephen Choo mengungkapkan adanya kegalauan perusahaan nasional melihat lulusan terbaik perguruan tinggi masuk ke perusahaan multinasional. Menurut dia, hal itu terjadi bukan semata karena faktor keuangan, melainkan karena belum ada keunggulan dan budaya kerja perusahaan yang bisa memikat mereka.Lebih jauh dipaparkan, setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi hal itu.
Keempat faktor itu ialah budaya organisasi perusahaan yang belum mantap, reputasi perusahaan, kualitas atau interaksi komunikasi antara pemimpin perusahaan dan karyawan, serta kurangnya daya dukung perusahaan dalam pengembangan kinerja karyawan.
Citra Produk

Keunggulan lingkungan dan budaya kerja perusahaan merupakan dimensi lain dari citra produk. Ini merupakan bentuk pencitraan diri organisasi perusahaan oleh karyawan yang bisa berdampak buruk pada kinerja perusahaan bila tidak dikelola dengan baik.
Technical Advisor IndoPacific Edelman Steve Bowen mengatakan, perusahaan yang mampu menerapkan kualitas interaksi akan meningkat pendapatannya hingga 2,5 kali lipat. Bila interaksi yang baik dipadu dengan pemberdayaan karyawan, pendapatan akan meningkatkan hingga 4,5 kali lipat.
Disebutkan, salah satu indikator buruknya employer branding antara lain bila pemimpin perusahaan tidak tahu apa alasan pegawainya datang ke kantor dan adanya kecurigaan terhadap perusahaan.