“Employee Club” Lebih Efektif Ikat Karyawan

Para pakar workplace mengatakan, employee club merupakan salah satu cara untuk membantu karyawan merasa memiliki kehidupan di luar pekerjaan, membuat mereka loyal, mengurangi turnover dan meningkatkan semangat kerja, dengan biaya yang relatif rendah. Oleh karenanya, perusahaan perlu memfasilitasi, mendukung dan mensponsorinya.

“Banyak perusahaan saat ini tengah berusaha membedakan diri mereka dari kompetitor dalam hal menarik perhatian talent. Mereka mulai menyediakan jaringan sosial untuk melengkapi upaya lain berupa gaji dan kompensasi tunai,” ujar perusahaan konsultan reward terkemuka Mercer yang berpusat di Philadelphia, AS Steve Gross.

Klab karyawan memiliki pengertian dan cakupan yang sangat luas. Misalnya, ada yang hanya berskala kecil dan informal seperti pertandingan basket atau sepak bola, sampai ke bentuk dan kegiatan lain yang memerlukan fasilitas kantor berupa ruang pertemuan atau server internet. Klab-klab karyawan kini semakin diperhatikan oleh perusahaan karena bisa membantu mengurangi angka turnover yang tidak dikehendaki.

Menurut profesor perilaku organisasi pada Graduate School of Business, Stanford University Jeffrey Pfeiffer, bisnis tidak bisa terus-menerus mencegah karyawan yang ditawari perusahaan lain tiga kali gaji. Sekarang, para manajer menyadari mereka perlu berpikir lebih pada apa yang membuat karyawan puas.

Survei yang dilakukan Towers Perrin belum lama ini menegaskan pentingnya kepuasan karyawan bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Dilaporkan, keuntungan meningkat hampir 4% dalam tiga tahun pada perusahaan-perusahaan yang karyawannya merasa didukung dan dilibatkan. Sebaliknya, perusahaan yang abai pada elemen-elemen untuk memuaskan karyawan, keuntungannya turun hingga 2%.

Menekan Turnover

Bentuk-bentuk employee club yang difasilitasi oleh perusahaan juga bisa menekan angka turnover. Hal ini dibuktikan oleh SAS Institute, sebuah perusahaan software, yang menyediakan klinik perawatan kesehatan di kantor. Bila umumnya perusahaan teknologi kehilangan 15-20% karyawan tiap tahun, SAS, menurut VP HR Jeff Chambers, mampu menekan angka turnover hingga 4% saja.

Diyakini, dukungan perusahaan terhadap employee club lebih efektif dalam mengikat karyawan ketimbang tunjangan tunai. Perusahaan yang terkenal maju dalam memfasilitasi employee club adalan Boeing. Perusahaan penerbangan ini menyokong 100 klab karyawan di 7 kantor cabangnya di seluruh Amerika. Dari klab penggemar koleksi prangko, dansa-dansi hingga penikmat wine.

Tags: