Empat Ribu Karyawan Pariwisata Terima Sertifikat Kompetensi

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyerahkan sertifikat kompetensi kepada empat ribu orang karyawan bidang pariwisata. Hal ini dilakukan dalam rangka pencanangan gerakan pengembangan SDM unggul berbasis kompetensi di sektor tersebut. Mereka terdiri atas karyawan hotel, restauran dan spa.

“Kualitas tenaga kerja di sektor pariwisata perannya sangatlah penting,” ujar Jero Wacik dalam sambutannya untuk acara yang digelar di Hotel Aston Primera, Bandung, Jumat (5/3/2010) pagi tersebut.

Dikatakan, rendahnya kualitas SDM pariwisata nasional mendorong pemerintah untuk melakukan fasilitasi sertifikasi kompetensi bidang hotel, restoran dan spa di 10 wilayah tujuan unggulan pariwisata di Indonesia.

Sertifikasi dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2009 di Kepulauan Riau, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kaltim, Sulut, Sulsel, NTB, NTT dan Papua. Ditargetkan, pada 2010 sertifikasi kompetensi pariwisata bisa mencapai 5 ribu orang.

“Tahun lalu 4 ribu orang, terdiri dari 3.420 orang di bidang hotel dan restoran, dan 580 orang bidan spa telah berhasil disertifikasi. Tahun ini diharapkan bisa lebih,” ujar Jero Wacik.

Sertifikasi kompetensi untuk karyawan bidang pariwisata gencar dilakukan sejak 2006, dan berhasil menjangkau rata-rata 2500 orang per tahun. Proses itu dianggap belum cukup cepat karena pengusaha, asosiasi, atau karyawan membiayai sertifikasi secara swadaya.