Eksistensi di Online Bisa Ganggu Prospek Kerja

Berhati-hati pasang status atau foto di Facebook sudah bukan nasihat baru di era Web 2.0 sekarang ini. Begitu juga dengan update “postingan” pendek di Twitter. Namun, peringatan agar berhati-hati itu terus saja diserukan karena urgensinya semakin besar dari hari ke hari.

Kali ini, nasihat datang dari CEO Google Eric Schmidt. Orang nomer satu di situs raksasa mesin pencari itu mengingatkan, pengungkapan jati diri secara bebas di online bisa mengganggu prospek kerja di masa depan.

Menurut dia, sejumlah besar detail yang terekam dan meninggalkan jejak di online bisa menjadi batu sandungan ketika seseorang melamar kerja di masa depan.

”Saya tidak yakin masyarakat sadar segala sesuatu yang tersedia dapat diketahui dan dicatat oleh semua orang setiap saat,” kata dia kepada Wall Street Journal.

Komentar Schmidt muncul menyusul makin menguatnya kekhawatiran atas menyebarnya informasi pribadi yang dilakukan secara online, di mana sebagian besar hampir tidak bisa dihapus.

“Informasi itu akan membuat anak muda menyesali kesalahan mereka nanti,” kata dia seraya mengingatkan, profil pribadi seseorang di jejaring sosial dapat diakses oleh orang asing.

“Calon pemberi kerja dapat mengakses foto, video dan blog pengguna yang mungkin sudah lama dilupakan, hanya dengan beberapa klik di mouse saja,” kata Schmidt.

Tags: