Eksekutif Swasta Mulai Melirik BUMN

Ada kabar yang mengembirakan dari dunia usaha nasional, khususnya dari badan-badan usaha milik negara (BUMN). Saat ini, mulai banyak mantan eksekutif atau profesional swasta yang tertarik untuk duduk di kursi kepengurusan BUMN.
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengaku senang dengan adanya gejala tersebut. Diharapkan, dengan adanya orang-orang swasta yang masuk BUMN, angin berbaikan bisa tercipta. Apalagi, menurut Sofyan, mereka adalah orang-orang yang terbaik.
"Sekarang ini orang-orang terbaik swasta daftar ke BUMN," ungkap dia dalam acara rapat kerja Kementerian Negara BUMN dengan PAH IV DPD-RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6/2009). Ia menilai, datangnya tenaga-tenaga profesional swasta tersebut sebagai panggilan hati untuk bisa melakukan perbaikan di BUMN yang selama ini dikenal belum bagus kinerjanya.
Sofyan mencontohkan, untuk PT Kereta Api, sebagian dari direksinya telah diisi oleh orang yang pernah bekerja di Citibank. Demikian juga dengan Garuda Indonesia, telah diisi oleh "muka-muka swasta".
Diyakini, perbaikan kinerja BUMN akan tercipta jika ada berbaikan dari berbagai unsurnya, dari institusi, manajemen hingga efisiensi. Selain itu, tambah Sofyan, pemerintah juga melakukan langkah-langkah perbaikan, seperti pembentukan beberapa induk usaha (holding company) BUMN, divestasi dan likuidasi BUMN.
Untuk holding, misalnya akan dibentuk Holding Semen, Holding Pupuk dan Holding Karya (Infrastruktur). "Kita harapakan pada 2015, hanya tinggal 50 BUMN, dan pada 2025 hanya 25 BUMN," papar Sofyan.
Selama empat tahun terakhir kinerja BUMN mulai menunjukan tanda-tanda yang positif. Hal ini dapat dilihat dari indikasi total pendapatan BUMN pada 2004 yang hanya mencapai Rp 520 triliun, dan melonjak pada 2008 mencapai Rp 1.150 triliun.
Sedangkan, dari sisi laba bersih total BUMN pada 2004 hanya mencapai Rp 34 trilun, dan meningkat pada 2008 mencapai Rp 77,6 triliun. Dari sisi kontribusi dividen total BUMN pada 2004 hanya mencapai Rp 9,8 triliun, dan tahun 2008 menembus Rp 29 triliun.