Ekonomi Sulit, HR Makin Jauh dari Fungsi Strategis

Di tengah kondisi ekonomi sulit yang terus berlanjut, departemen HR sepertinya semakin jauh dari area-area utama bisnis, termasuk pengembangan kepemimpinan, produktivitas dan pertumbuhan.

Survei yang dilakukan terhadap 102 organisasi oleh perusahaan rekrutmen outsourcing Ochre House, Inggris menemukan bahwa 8 dari 10 pemimpin HR mengaku tidak punya waktu untuk berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas strategis. Sebab, mereka terpaksa harus “mundur” akibat minimnya dana dari CEO atau dewan direktur.

Jajak pendapat juga menemukan pasar tenaga kerja yang kompetitif dan laju pertumbuhan ekonomi yang terus melambat telah mendorong para direktur HR untuk “mengembalikan” sumber-sumber daya ke aktivitas-aktivitas transaksional yang mendasar. Misalnya, rekrutmen dan pelatihan, dan menjauh dari 5 area utama.
Lima area utama yang dimaksud adalah pengembangan kepemimpinan, retensi, attraction, produktivitas dan pertumbuhan.

Para responden mengaku, “kemunduran” fungsi HR tersebut semata karena dukungan dana dari CEO bagi tim HR di masa ekonomi sulit seperti saat ini tidak mencukupi untuk melanjutkan langkah-langkah strategis.Salah seorang direktur HR dari perusahaan retail besar yang menjadi responden penelitian mengatakan, “Masih ada kesenjangan antara visi pimpinan bisnis dan investasi aktual dalam soal SDM.”

Konsultan pada Ochre House Damien Stork mengungkapkan, “Kami menemukan bahwa banyak departemen HR yang kini hanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk rekrutmen dan layanan-layanan dasar HR. Namun, sebenarnya mereka ingin lebih bisa berdaya dalam workforce planning dan pengembangan kepemimpinan.”

Disebutkan, ada tiga hambatan utama yang harus diperhatikan agar usaha memberdayakan HR menjadi lebih strategis berjalan sukses. Yakni, sistem dan proses yang tidak memadai, kurangnya sumber daya dan rendahnya tingkat keahlian dalam departemen. Kabar gembiranya, ujar Stork, sebagian besar pemimpin HR masih memiliki kepercayaan diri bahwa departemen mereka “terlalu penting” bagi bisnis.

Tags: