Efektifkan Manajamen SDM pada Semua Level

Banyak perusahaan masih terus bergulat dengan kondisi (ekonomi) sulit yang melanda dunia bisnis belakangan ini. Menurut Sirota Survey Intelligence (SSI), tidak perlu langkah “besar” yang di luar kebiasaan. Melainkan, perusahaan “cukup” dengan mengefektifkan pengelolaan karyawan pada semua tingkatan.

Lebih jauh, lembaga riset di Amerika tersebut merekomendasikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mengefektifkan manajemen SDM pada masa sulit.
Pertama, membangun “budaya kemitraan” dalam bisnis. Menurut SSI, perusahaan yang memiliki budaya ini secara umum memperlihatkan kinerja yang lebih terkontrol dan terkomando. Budaya ini ditandai dengan adanya kepercayaan yang mendasar, perspektif jangka panjang, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, komunikasi yang terbuka hingga financial sharing.

“Nilai-nilai tersebut harus ditindaklanjuti setiap hari, khususnya pada masa sulit seperti sekarang ini,” ujar Presiden SSI Douglas Klein. Kedua, menciptakan, mengkomunikasikan dan menyalurkan apa yang disebut sebagai “rings of defence”. Artinya, perusahaan perlu mencari semua pilihan lain yang tersedia untuk mengurangi biaya-biaya sebelum mengurangi karyawan.

“Pemimpin bisnis yang memperlakukan karyawan sebagai mitra-mitra sejati akan melakukan segala upaya untuk menghindari PHK,” ujar Klein. Ketiga, memberdayakan perilaku “lokal” para supervisor dan manajer menengah. “Perilaku-perilaku manajemen yang sederhana, seperti memberikan pengakuan pada anak buah, mendukung proses pengembangan anggota tim…itu sangat berarti bagi karyawan khususnya ketika mereka khawatir dengan keadaan,” jelas Klein.

Diingatkan, pada masa sulit, pemimpin semakin dituntut untuk konsisten antara kata dan perbuatan, dan menciptakan lingkungan dimana setiap orang merasa dihargai. Keempat, lebih memperhatikan karyawan-karyawan golongan high-potential. “Pada masa sulit sekalipun, orang-orang yang bagus memiliki banyak kesempatan,” ujar Klein seraya menyarankan agar perusahaan mempertimbangkan pengembangan strategi retensi untuk golongan ini, termasuk memberi perhatian yang besar pada kemajuan karier mereka.
“Beri mereka proyek-proyek spesial,” Klein mencontohkan.

Kelima, menciptakan sarana bagi keterlibatan semua karyawan dalam upaya efesiensi dan efektivitas perusahaan. “Salah satu mekanisme yang bagus adalah berbagi tugas,” ungkap Klein. Keenam, bersikap lebih bijaksana. Klein menjelaskan, “Manajemen sering merahasiakan rencana-rencana dan informasi pada masa krisis.Padahal, keterbukaan justru akan membantu karyawan untuk mengatasi rasa tak berdaya mereka.”
Terakhir, dalam situasi apa pun, tetap penting untuk melakukan berbagai assessment untuk mengukur kinerja karyawan.

Tags: ,