Dunia Akademi Harus Perkuat Hubungan Bisnis dan Pemerintah

Hubungan segitiga antara akademis-bisnis-pemerintah telah menjadi isu utama dalam kebijakan publik. Dalam hal ini, secara ideal, komunitas akademik harus membantu menguatkan hubungan antara bisnis dengan pemerintah. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menyediakan sumber daya manusia yang berpengetahuan dan terampil untuk memenuhi kebutuhan dua pihak.

Demikian diungkapkan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman dalam pidato pembukaan seminar sehari Ideas from Giants: Lasting Success in Business Practices and Personal Life di Mercantile Club, Wisma BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/12/06). Dalam kesempatan ini, Kusmayanto yang berhalangan hadir diwaliki oleh salah satu staf Menristek, Benjamin Langkitan untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam pidato tersebut.

“Kemampuan untuk men-supply SDM yang berkualitas tinggi dan sesuai kebutuhan merupakan salah satu kriteria yang bersifat entrepreneur yang harus dimiliki universitas,” hemat Menristek, seperti dituturkan Benjamin.

Ditekankan pula, dunia akademis juga harus mampu menyediakan data dan informasi yang akurat dan up to date mengenai berbagai sumber daya. Tidak hanya manusia, tapi juga alam dan infrastruktur yang diperlukan oleh komunitas bisnis dan pemerintah sebagai dasar perencanaan pengembangan mereka. Oleh karenanya, institusi-institusi akademik harus selalu siap sedia menyalurkan para penelitinya.

“Pada sisi yang lain, itu berarti, pemerintah juga harus siap dengan dukungan finansialnya dan institusi bisnis juga diharapkan kontribusinya dalam hal ini,” tambah Benjamin. Secara praktis, namun tentu saja dengan “pesan” yang akademis, universitas dituntut untuk memberikan nasihatnya, terutama dalam usaha mempertahankan hubungan yang seimbang dan saling menguntungkan antara bisnis dan akademis.

Tak kalah penting, Menristek melalui staf ahlinya dalam kesempatan yang sama juga menggarisbawahi pentingnya komunitas akademik secara aktif mendidik public. Tidak hanya melalui kelas-kelas formal atau pun seminar umum, melainkan juga secara langsung melakukan kunjungan dan tatap muka dengan komunitas-komunitas lokal. “Ini sangat dianjurkan, berdialog langsung, dan ini salah satu tanggung jawab utama dari institusi pendidikan tertinggi.”

Seminar Ideas of Giants diselenggarakan oleh Knowcap (event organizer) dan GML Performance Consulting. Tampil sebagai pembicara antara lain Chairman DHL Indonesia Rudy J Pesik, Direktur World Vision Indonesia Trihadi Saptoadi dan CEO GML sendiri, Suwardi Luis.

Tags: