Dua Sisi Dampak Kenaikan UMP

Dampak kenaikan UMP praktis membuat pengusaha dan pelaku industri berpikir keras. Regulasi pemerintah mengharuskan mereka untuk menambah cost agar standard gaji tersebut terpenuhi. Karena jika ketahuan si empunya perusahaan tidak memenuhi peraturan yang berlaku, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi  berdasarkan UU Tenaga Kerja No 13 Tahun 2013 Pasal 90 Ayat 1. “Sanksi berat akan dikenakan bagi pemberi kerja yang tak memberi upah yang telah ditetapkan.”

Selain sanksi material, menurut Antonius Haryanto, perusahaan yang sedang bermasalah dengan pengadilan dapat menimbulkan reputasi negatif di mata publik. “Pemberitaan di media akan berpengaruh kepada reputasi perusahaan, social cost juga kalau perusahaan harus berhubungan dengan pengadilan,” ujar konsultan Hay Group ini kepada PortalHR. Ditambah dari sisi tenaga kerja, sumber daya manusia yang seharusnya difokuskan untuk produktivitas perusahaan, mesti tersita waktunya karena perkara tuntut menuntut, tambahnya.

Ada 3 kerugian jika perusahaan berselisih dengan serikat pekerja, yaitu Corporate Branding, Employee Branding dan Financial Cost. “Brand image juga berpengaruh kepada talent yang ingin direkrut perusahaan, pencari kerja akan mikir dulu apakah itu tempat baik untuk bekerja, jika pemberitaan kerap memperlihatkan perselisihan antara serikat pekerja terus menerus,” ujar Rainer Michael, Corporate Communication Hay Group.

Apalagi teknologi kini memungkinkan orang untuk mencari tahu dulu profil perusahaan yang akan mereka lamar. “Jangan sampai top talent enggan masuk perusahaan Anda karena sedang terlibat masalah dengan serikat pekerja,” ujar Anton.

Menurutnya cara terbaik adalah komunikasi internal yang sejalan dan sportif. “Jika hal ini bisa diselesaikan secara bipartite, ditambah sinergi antar fungsi dan hubungan industrial yang harmonis, dan bisa disepakati secara internal, itu akan jauh lebih baik,” ujar Anton.

Peningkatan Daya Beli

Sisi lain dari kenaikan UMP ternyata tidak selalu suram, ada beberapa pengaruh positif dari kenaikan UMP di negeri kita, yaitu peningkatan daya beli masyarakat. “Dengan upah yang baru, maka kemampuan pekerja untuk belanja akan lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujarnya. Selain itu dengan meningkatnya daya beli maka ketersediaan barang mau tak mau harus lebih tinggi, artinya demand yang tinggi tersebut peluang pasar untuk perusahaan bisa menyediakan barang atau service yang dibutuhkan masyarakat.

“Secara ekonomi makro hal ini bagus, peluang untuk perusahaan juga untuk growth, karena market yang lebih besar dan konsumen yang punya jual beli, tetapi dengan catatan selesaikan dulu PR-PRnya,”jelas Anton.

Karena menurut Anton, jika implementasi UMP ini tidak diatur dengan baik, justru malah menimbulkan keterlambatan ekonomi. “Tetapi selama itu bisa diselesaikan dengan baik, implementasinya bisa tercapai, maka dampak positifnya bisa diraih,” tutup Anton. (*/@nurulmelisa)

Tags: , , ,