Divisi HR Tak Lagi Sebatas Urusan Personalia

Dalam evolusi dunia usaha, “human value” telah berubah orientasi dari fisik dan hard skills menjadi kompetensi dan hard and soft skills. Perubahan orientasi inilah yang memicu terjadinya perubahan dalam pengelolaan SDM. “Selama ini karir di bidang HR dianggap sebagai karir yang tidak berprospek cerah. Seorang yang bekerja di divisi HR perusahaan lebih banyak bekerja sebagai administrator yang mengurus pelaksanaan administrasi dan personalia,” ujar Bambang D. Pengamat SDM dari grup konsultan terkemuka di Indonesia itu berbicara dalam JAC Forum Jakarta Gathering yang digelar di Sky Business Centre Menara Cakrawala, 15 Juli 2006 lalu.

Menurut Bambang, tren seperti itu sudah tidak berlaku lagi. “Jika perusahaan ingin maju dan berkembang, maka harus berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Jika perusahaan tidak memperhatikan hal ini, then forget it. Ini tugas HR,” tegas dia. Dihadapkan pada perubahan semacam itu, lanjut Bambang, HR pun dituntut untuk berubah. Lebih jauh ditegaskan, gerakan yang bertujuan untuk menjadikan HR sebagais strategic business partner dalam perusahaan saat ini sedang berkembang pesat. Untuk dapat mengembangkan kualitas SDM, HR dibutuhkan sebagai internal consultant mengenai ketenagakerjaan, sebagai change agent, continuous learning provider, serta perencana dan pelaksana strategic personnel retention.

Untuk dapat melaksanakan semua itu, demikian Bambang, praktisi HR akan membutuhkan sebuah sistem dan strategi yang tepat. “Sistem yang tepat harus dapat menggabungkan strategi, people, process dan teknologi yang ada,” kata dia. Bambang mengingatkan, pengembangan karir dalam bidang HR selalu dihadapkan pada tanggung jawab untuk dapat mengubah organisasi menjadi tempat kerja yang adaptif, mudah menghadapi perubahan, dan bertujuan pada kepuasan pelanggan, melalui pengembangan kualitas sumber daya manusianya. “Semakin tinggi jenjang karir seseorang di bidang HR, maka ia semakin dituntut untuk mampu secara efektif menangani perencanaan, pelaksanaan, kepemimpinan dan pengendalian pengembangan sumber daya manusia,” tegas dia.

Tags: