Ditjen Pajak Akan Rekrut 3.000 Pekerja Honorer

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan melakukan rekrutmen besar-besaran. Hal ini terkait Sensus Pajak Nasional yang akan dilaksanakan pada akhir September 2011 ini. Jumlah tenaga kerja yang akan direkrut, bisa mencapai 3.000 orang.

Menurut Fuad, Ditjen Pajak akan melakukan rekrutmen khusus untuk sensus pajak. “Akan ada 3.000 orang tenaga honorer yang direkrut dari seluruh kantor wilayah pajak, dan ini dilakukan karena kalau pegawai pajak yang melakukan sensus jelas tidak mungkin. Mereka sudah sangat sibuk dengan wajib pajak yang ada,” tegas Fuad.

Tentang job desc dari pegawai honorer yang akan direkrut ini, mereka akan mendatangi wajib pajak yang menjadi sasaran Sensus Pajak Nasional. Fuad memberi gambaran, wajib pajak yang ingin disasar adalah pengusaha-pengusaha di tempat usaha seperti toko-toko di mal. “Jumlah pengusaha seperti ini banyak dan mereka belum bayar pajak,” jelas Fuad.

Dalam Sensus Pajak Nasional nanti para aparat pajak honorer ini selain mendata juga akan meminta wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban pajaknya untuk segera menuntaskannya. “Kita mengimbau dulu wajib pajak tersebut, kalau belum juga membayar maka akan diingatkan, dan nanti ada tingkatan penagihannya. Kita tidak mau memaksa meskipun pajak itu bisa memaksa,” tutur Fuad sambil menjelaskan Sensus Pajak Nasional ini akan dilakukan selama 2 tahun ke depan.

Fuad mengakui bawah alasan utama pelaksaan Sensus Pajak ini memang karena masih minimnya wajib pajak baik badan maupun orang pribadi yang belum memenuhi kewajiban pajaknya. Ia lantas memaparkan data berdasarkan fakta yang dikumpulkan oleh  BPS (Badan Pusat Statistik), bahwa jumlah perusahaan di Indonesia ada sekitar 22,3 juta. “Kalau kita hitung setidaknya ada 12,9 juta yang berpotensi untuk pemasukkan pajak, namun ternyata yang menyerahkan SPT Badan pada April 2011 silam hanya 466 ribu.

Fuad juga memiliki hitung-hitungan, dari 12,9 juta wajib pajak badan atau perusahaan yang dianggap potensial itu, setidak 6 juta perusahaan bisa diharapkan taat membayar pajak, sangat jauh dengan kenyataan yang melaporkan hanya 466 ribu perusahan saja. Sedangkan untuk wajib pajak orang pribadi, kondisinya juga tak jauh beda. “Di bulan Maret 2011 kemarin yang menyerahkan SPT pajaknya hanya 8,5 juta orang, padahal jumlah pekerja di Indonesia berdasarkan data BPS mencapai 110 juta orang, separuhnya saja tidak sampai,” kata Fuad dengan nada heran.

Dengan alasan tersebut di atas, lanjut Fuad, pemerintah telah berketetapan hati untuk segera melaksanakan Sensus Pajak Nasional. “Karena itu kami pro aktif untuk mengimbau masyarakat membayar pajak lewat program sensus pajak. Dan ini merupakan salah satu bentuk ekstensifikasi kami,” katanya. Apalagi menurutnya, Ditjen Pajak tahun ini ditargetkan untuk mendapatkan setoran Rp 698 triliun, jumlah tertinggi dari sisi pertumbuhannya sepanjang sejarah perpajakan.

Tags: ,