Di Zaman Susah, HR Jangan Jadi “Penumpang Gelap”

Kebutuhan perusahaan akan HR yang strategis belum pernah dirasakan setinggi sekarang, ketika bisnis dihadapkan pada situasi ekonomi global yang tidak menentu, gelombang besar pensiun generasi baby boomer dan persaingan ketat pasar tenaga kerja. Oleh karenanya, HR harus semakin berdaya dan bukannya justru sekedar menjadi “penumpang gelap”.
Demikian rekomendasi yang dikeluarkan oleh perusahaan konsultan Globoforce di AS berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan atas 250 profesional HR dan non-HR. Dengan menggunakan istilah “penumpang gelap”, laporan hasil riset ini bermaksud menekankan perluanya sinergi antara HR dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan, utamanya keuangan.
“Terdapat kebutuhan yang jelas bagi HR dan finance untuk bekerja sama lebih erat dibandingkan yang pernah terjalin sebelumnya,” simpul jajak pendapat tersebut. Dikatakan, pimpinan HR perlu mencontoh pimpinan keuangan (CFO) yang dinilai lebih gesit dalam menghadapi persoalan-persoalan bisnis dewasa ini. Sementara, demikian menurut survei tersebut, orang HR pada saat yang sama masih “stuck” di menara gadingnya.
Dengan kata lain, ketika CFO giat menjalin hubungan-hubungan kerja baru dan menjadikan proses, program serta teknologi sebagai peluang-peluang bisnis yang mendatangkan pendapatan finansial, HR belum cukup proaktif untuk menjadi mitra yang strategis bagi bisnis.
“Para pemimpin bisnis menyadari bahwa HR memiliki kekuatan untuk melakukan transformasi organisasi dengan memberikan pandangan yang strategis dan memanfaatkan teknologi untuk mengimplementasikan employee engagement yang terukur, yang bisa menggerakkan hasil-hasil nyata,” ujar VP Strategi Global pada Globoforce Derek Irvine.
“Untuk mencapai itu, yang terpenting bagi perusahaan saat ini adalah menjembatani kesenjangan antara finance dan HR, memberdayakan fungsi-fungsi ini untuk bekerja sama dalam strategi baru dan mengimplementasikan platform yang bisa memotivasi, meretensi dan menarik talent-talent berkualitas,” tambah dia.
Ditegaskan, dalam hal ini, peran yang bisa dimainkan oleh HR sudah jelas yakni menyediakan program pengakuan yang bersifat universal untuk menciptakan engagement, yang pada gilirannya memacu kinerja bottom line. Dalam konteks ini, survei menemukan, CFO sering tidak menyadari berapa besar anggaran yang harus dikeluarkan untuk program pengakuan tersebut.

Tags: