Di McDonald’s Setiap Karyawan Adalah Learner Sekaligus Advisor

2012-11-01 10.12.44-1

Belajar dari pengalaman McDonald’s, perusahaan waralaba pembuat Hamburger dari Amerika memang menarik. Salah satu sesi yang paling banyak diminati peserta ASTD STADA (ASAP) Conference Asia Pacific yang baru saja berlangsung 31 Oktober sampai 2 November yang lalu di Singapura adalah sesi Dennis Brennan, Direktur Inclusion McDonalds.

Insight menarik yang dapat dipetik dari pemaparan Dennis adalah bahwa setiap karyawan pada saat yang sama adalah learner (mentee) dan advisor (mentor). Dengan role playing Dennis mendemonstrasikan bahwa setiap orang punya sesuatu wawasan atau sudut pandang yang mungkin bisa berharga untuk orang lain.

“Saat ini semua orang bisa mendapatkan pengetahuan dari segala arah, dari semua expertise di segala bidang dan dari mana saja,” ujar Dennis. McDonalds yang berdiri sejak 1955 itu saat ini mempunyai 33,500 restoran di 119 negara.

Menurut Dennis sebagian besar orang cenderung tinggal dalam silo-silo mereka saja. Padahal apabila mereka keluar dan mencari informasi, banyak yang bisa mereka dapatkan.

Dennis menjelaskan, misi McDonald adalah “to enable global knowledge exchange,” karena itu penting bagi mereka untuk melakukan mentoring dalam skala global. Salah satu cara melakukan ini adalah dengan virtual mentoring.

“Segalanya bergerak lebih cepat sekarang, belajar tidak lagi berarti duduk di kelas dan mendengarkan seorang guru berbicara,” ujar Dennis pada salah satu sesi ASAP Conference di Marina Bay Sands Singapura tersebut.

“Kita harus keluar dan mencari orang yang bisa membantu kita, orang itu bisa siapa saja, tidak harus orang yang disebut guru,” tambahnya.

Hal itulah yang diterapkan di McDonalds. Tidak ada kriteria siapa yang menjadi expert atau siapa yang harus menjawab dan siapa yang bertanya. Semua orang dari setiap bagian memiliki pengalaman yang bisa berharga untuk orang lain.

“Yang perlu Anda lakukan adalah bertanya,” ujar pria yang bekerja 30 tahun di bagian HR McDonalds tetapi juga bisa membuat hamburger. Cross-functionally juga merupakan sesuatu yang diterapkan McDonalds sehingga misalnya, orang HR dapat mempelajari skill dan expertise yang harus dimiliki bagian Operational. (*/@mei168)

Tags: , , , , ,