Dave Ulrich: Pemimpin Harus Punya 5 Leadership Code

dave

PANTAS saja kalau semua mata kini menengok Asia, di tengah krisis global yang masih mendera Eropa dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Pertumbuhan perekonomian Asia beberapa tahun terakhir ini memberikan banyak peluang dan tantangan untuk mengembangakan daya kompetisi sebuah organisasi. Mengembangkan pemimpin dan kepemimpinan berkualitas tinggi menjadi kunci utama dalam merespon peluang dan tantangan yang ada.

Mengulang kesuksesan Mega Seminar the Future of HR pada bulan April 2011, GML Performance Consulting bersama dengan Kelompok Kompas Gramedia kembali mengundang pakar manajemen sumber daya tingkat dunia, Profesor Dave Ulrich dalam seminar sehari bertajuk, “Leadership for Asia: How to be build effective leadership in the Asian context”, di Jakarta, (20/3/2011).

Pada tahun 2009, 13 ahli bisnis dan akademisi terkenal di Asia mengadakan sebuah konvensi di Singapura membicarakan tentang kritisnya kepemimpinan dan tantangan dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing di Asia. Dari hasil diskusi dalam konvensi tersebut diidentifikasikanlah 8 Paradoks kepemimpinan di Asia beserta strategi dalam mengatasi paradoks tersebut yang menjadi pembahasan dalam seminar sehari yang menghadirkan Dave Ulrich.

Seminar dibuka dengan paparan oleh Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung sebagai keynote speaker mengenai isu kepemimpinan dalam perusahaan-perusahaan milik pemerintah dan tantangan serta peluang perekonomian Indonesia didalamnya. Chairul mengatakan, bibit unggul pemimpin masa depan harus memiliki visi yang tegas, berorientasi kepada solusi dan strategi, kemampuan eksekusi berorientasi detail, fokus pada transparansi dan kualitas komunikasi.


Seminar kepemimpinan dalam konteks budaya Asia ini berlangsung interaktif, peserta terlihat antusias sehari penuh dengan banyak diskusi dan sharing, di mana Dave tak segan-segan untuk mengelilingi ruangan seminar yang mencapai hingga 450 orang lebih. Pengarang buku Leadership in Asia ini juga mengungkapkan beberapa contoh perusahaan, diantaranya Bandara Changi (Singapura) dan perluasan jaringan hotel JW Marriot yang sukses membangun citra sebagai bisnis berorientasi kepada konsumen.

Dave juga mengingatkan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin lainnya yang berkualitas, “Kepemimpinan adalah bagaimana tingkah laku pemimpin dapat menularkan kepada yang lain dan sekitarnya. Hal ini akan menyejajarkan semangat pemimpin dan karyawan sehingga memudahkan mereka bekerja,” pesan Dave.

Kunci kepemimpinan, sebut Dave, adalah ahli strategi, eksekutor, membangun skill bawahan, mengembangkan sumber daya manusia dan mampu menjaga emosi. Seminar sehari ini juga mengungkap latar belakang buku larisnya, yakni Leadership Code (2009) dan Leadership Brand (2007). Semua pemimpin diharapkan memenuhi lima aspek kompetensi dasar yang disebut Leadership Code. Apabila Leadership Code dipadukan dengan Leadership Differentiator maka perusahaan bisa menciptakan Leadership Brand yang unggul dan unik sebagai keunggulan kompetitif dalam membangun nilai yang berkesinambungan bagi pemegang saham, pelanggan dan karyawan. (*)

Tags: , , , ,