Daripada Pindah Lebih Baik Memperbarui Kerjaan Lama

Pada penghujung tahun lalu, Society for Human Resource Management, sebuah kelompok pertukaran orang-orang HR yang melibatkan 210 ribu orang dari 100 negara membahas laporan hasil survei baru. Bahwa, 75 persen karyawan adalah pencari kerja. Tak mengherankan, kalau survei itu kemudian mengatakan bahwa 73 persen masyarakat HR “peduli” pada kemungkinan eksodus besar-besaran, dan lebih dari separo mulai membuat terobosan untuk mempertahankan karyawan.
Mengatasi persoalan itu dengan uang (menaikkan gaji) tidak akan banyak membantu. Sebab faktanya, sepertiga karyawan yang ingin pergi dari tempat kerjanya sekarang gajinya sudah bagus, tapi jauh dari pencapaian yang lebih tinggi dari itu. Apa itu? Empatpuluh delapan persen menyebut karir yang bagus dan kesempatan-kesempatan. Ketiadaan faktor-faktor itulah yang membuat orang ingin mencari pekerjaan (di tempat) lain. Alasan lain adalah kebosanan (28%).
Bagi karyawan, meninggalkan pekerjaan yang sekarang dan pindah ke perusahaan lain adalah salah satu cara untuk memperbaiki karir dan mencari tantangan-tantangan baru. Namun, itu bukan tanpa risiko. Sudah cukup banyak cerita terdengar dari orang-orang yang pindah kerja, dan ternyata tidak mendapatkan sesuai keinginan. Maksud hati mencari kesegaran, apa daya, yang terjadi justru seperti melompat dari wajan panas ke kobaran api. Bos baru, misalnya, sering tidak lebih baik (atau bahkan lebih buruk) dibandingkan bos sebelumnya. Atau, pekerjaan yang berbeda tidak semenarik seperti pada awalnya.
Dengan kata lain, jika Anda sedang membangun karir dan reputasi dalam sebuah perusahaan untuk jangka waktu yang panjang, pindah ke tempat lain mau tidak mau mengharuskan Anda untuk memulai segalanya dari awal. Hubungan-hubungan yang telah Anda bina selama beberapa tahun tiba-tiba terputus, dan tidak ada jaminan Anda akan mendapatkannya lagi di tempat baru dengan budaya yang mungkin berbeda.
Menurut angggota senior Center for Creative Leadership di New York dan penulis buku <I>Developmental Assignments: Creating Learning Experiences Without Changing Jobs</I> Cynthia McCauley, para karyawan perlu berpikir dua kali sebelum meninggalkan pekerjaannya yang sekarang untuk memburu pekerjaan baru. Dia menyarankan, daripada mengirim CV ke mana-mana untuk mendapatkan pekerjaan lain, lebih baik mencoba menggali lebih dalam kemungkinan-kemungkinan dari pekerjaan yang kini sedang dijalani.
Pada intinya, McCauley menawarkan tiga hal yang bisa dicoba oleh siapa pun yang merasa sudah gerah dengan pekerjaannya dan ingin pindah ke kantor lain. Pertama, ambil-alih tugas atau tanggung jawab, atau menciptakan (tugas/tanggung jawab) yang baru. Kedua, cari tugas-tugas sementara yang bisa mengembangkan keterampilan dan memperluas jaringan. Ketiga, perhatikan lingkungan tempat kerja khususnya yang berkaitan dengan hal-hal non-profit.
“Menambah tanggung jawab baru atau “membentuk” ulang pekerjaan Anda mungkin lebih realistis,” kata McCauley. “Pertimbangkan untuk memindahkan sesuatu dari piring orang lain ke piring Anda, bertukar tugas dengan orang lain. Anda juga bisa memperbarui tanggung jawab pada wilayah pekerjaan Anda yang selama ini kurang mendapat perhatian.” McCauley menyarankan, “Buatlah bos dan bagian HRD Anda tahu bahwa Anda selalu siap dengan tantangan-tantangan baru.”

Tags: