CSR Sebaiknya Dimulai dari Dalam

Belum lama berlalu, wacana tentang Corporate Social Responsibility (CSR) mengemuka di Tanah Air setelah pemerintah mengeluarkan rencana untuk mengatur pelaksanaannya dalam undang-undang sebagai kewajiban perusahaan. Apakah itu mungkin? Yang jelas, CSR tak akan terwujud sebelum “kehidupan sosial” di dalam lingkungan perusahaan sendiri diperhatikan!
Demikian benang merah yang bisa ditarik dari ceramah yang disampaikan oleh Konsultan Senior pada SEAL (Social Standards Exchange of Experience in Southeast Asia and Practical Learning) Filipina Ronaldo Limbago dalam acara HR Forum di Lembaga Manajemen PPM, Jakarta, Rabu (19/12/07).
Dalam kesempatan tersebut, Ronaldo memperkenalkan konsep Social Management System (SMS) sebagai CSR yang ditujukan bagi kalangan stakeholder internal perusahaan sebelum melaksanakan CSR untuk stakeholder eksternal alias masyarakat luas.
“Pada intinya, SMS merupakan sebuah sistem untuk mengimplementasikan kaidah-kaidah pengelolaan tenaga kerja yang bertanggung jawab,” jelas pria yang juga Project Consultant pada Inwent, sebuah lembaga dana asal Jerman yang membantu perusahaan di seluruh dunia untuk melaksanakan program SMS.
Diakui, bahwa penerapan SMS di sebuah perusahaan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karenanya, Ronaldo menegaskan sejak awal bahwa SMS harus dipastikan terintegrasi dengan proses dan strategi bisnis. Sehingga, cost yang dikeluarkan menjadi investasi, dan hendaknya dilihat dalam kerangka jangka panjang.
“Jadi, ini harus berkelanjutan,” ujar dia.
Lebih jauh Ronaldo merinci 9 prinsip yang harus ditegakkan dalam implementasi SMS.
1. Tidak boleh mempekerjakan karyawan di bawah umur (sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara)
2. Tidak boleh ada aktivitas yang bersifat kerja paksa
3. Lingkungan kerja yang aman dan sehat
4. Menjamin kebebasan karyawan untuk berserikat
5. Tidak ada diskriminasi (agama, suku, seks dll)
6. Praktek-praktek disiplin tanpa kekerasan baik fisik maupun verbal
7. Jam kerja sesuai aturan
8. Kompensasi yang layak dan standar menurut hukum ketenagakerjaan
9. Sistem manajemen yang memungkinkan semua hal di atas terwujud
“Itu semua pekerjaan HR, karena masing-masing prinsip tersebut berkaitan dengan orang,” tegas Ronaldo.
Diingatkan, dalam iklim kompetisi global, SMS nyaris tak bisa dihindari lagi oleh perusahaan yang ingin melebarkan usahanya lintas negara, atau membuka pasar yang lebih luas. “Banyak pembeli, baik itu negara maupun organisasi, mulai menjadikan SMS sebagai syarat diterima-tidaknya produk dari sebuah perusahaan,” ujar Ronaldo.

Tags: