“Coaching” Bantu Maksimalkan Potensi Karyawan

Semakin pesatnya perubahan tuntutan dunia kerja mengharuskan karyawan untuk senantiasa mengembangkan keahlian dan pengetahuannya secara berkelanjutan agar tetap relevan bagi dunia usaha dan untuk berhasil dalam peningkatan karir. Guna mendukung hal tersebut, tidak hanya diperlukan pelatihan formal, tapi coaching juga tak kalah penting.
"Pelatihan formal akan tetap menjadi elemen penting dalam peningkatan kemampuan karyawan, sedangkan coaching akan membantu karyawan untuk saling berbagi pengalaman dan mentransformasi hasil dari pelatihan dan pengalaman diri sendiri atau orang lain ke dalam pelaksanaan penugasan," demikian papar Managing Partner FA (People Fokus) Farina Pane.
Secara umum, Farina memaknai coaching sebagai suatu mekanisme yang dapat membantu perubahan budaya perusahaan untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan sebagai organisasi yang berorientasi kepada manusia, yang mengutamakan elemen pengembangan kompetensi.
Menurut Farina, coaching bisa meningkatkan efektivitas program pelatihan dan membantu karyawan meraih potensi terpendamnya. "Perubahan kemampuan yang diharapkan diperoleh sebagai hasil dari program pelatihan formal akan hilang tanpa tindak lanjut melalui coaching," ujar Managing Director SRI Indonesia, perusahaan executive search yang baru di-launching di Jakarta, Kamis (27/8/09) kemarin.
Mengutip sebuah hasil studi, mantan Direktur HR Ernst&Young Indonesia itu menambahkan, karyawan akan lebih termotivasi dan mampu belajar secara lebih efektif jika pelatihan yang diberikan relevan dengan penugasan. Dijelaskan, coaching yang dititikberatkan pada pemecahan masalah dan peningkatan kinerja dalam penugasan merupakan mata rantai yang menghubungkan antara proses pelatihan dengan implementasi keahlian baru yang diajarkan dalam pelatihan.
Farina melihat, coaching kini makin populer di perusahaan karena perubahan tuntutan dunia bisnis global. "Untuk mampu bersaing dalam merekrut tenaga kerja terbaik di era global ini, perusahaan harus mampu mengembangkan potensi karyawan secara optimal dengan cara membangun budaya yang memungkinkan karyawan berkembang dan tumbuh di lingkungan dimana perubahan terjadi secara cepat," simpul dia.