Cisco Akan Kurangi 14.000 Pekerjanya, Benarkah?

Cisco

Perusahaan teknologi asal California, Amerika Serikat, Cisco System, berencaa untuk memberhentikan 14.000 pekerjanya di seluruh dunia. Seperti dilansir HRMAsia.com, angka yang cukup fantastis ini ternyata setara dengan 20% tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan yang dibangun oleh pasangan suami-istri lulusan Stanford University ini.

Cisco

Mengutip dari orang-orang yang dekat dengan perusahaan, salah satu portal berita teknologi CRN melaporkan bahwa perusahaan terbesar di bidang peralatan jaringan ini akan mengumumkan pemotongan pekerjanya dalam beberapa minggu ke depan. Namun CRN tidak menyebutkan siapa pihak yang menyatakan hal tersebut.

Juru bicara Cisco, Andrea Duffy, menolak untuk berkomentar mengenai pemberitaan tersebut. CEO Cisco saat ini, Chuck Robbins, telah bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan produksi Cisco dengan menawarkan perangkat lunak jaringan, keamanan,dan manajemen produk. Hal ini membuat pelanggan Cisco meningkat karena produk yang ditawarkan lebih murah dan lebih fleksibel.

Sampai bulan April lalu, Cisco memiliki 73.100 pekerja yang tersebar di seluruh dunia. Pemotongan pekerja terbesar dilakukan Cisco pada Agustus 2014. Pada saat itu sebanyak 6.000 posisi dihapuskan. Hal ini dikarenakan perangkat lunak yang akan mereka kembangkan berikutnya membutuhkan pekerja dengan skill yang berbeda, menurut CRN. Selain itu berbagai rencana pensiun dini telah ditawarkan oleh para pekerja. (*)