Cakap Berbahasa Inggris Menjadi Wajib Bagi Karyawan

ETS

Agar dapat bersaing secara efektif dan melayani populasi global yang bermacam-macam, karyawan harus menguasai kemampuan berbahasa Inggris, bukan hanya sekedar literasi (literacy) tapi kecakapan (proficiency). Mereka harus memiliki kemampuan untuk bisa menulis, berbicara, membaca dan mendengarkan dalam bahasa Inggris dengan baik.

Seperti disampaikan Robert E. Woodhead, CEO Center for Professional Assessment in Thailand – dalam ETS Leadership Seminar Series 2012 di Grand Sahid Hotel pagi ini, bahasa Inggris menjadi penting, karena tidak mungkin orang-orang Thailand, Vietnam, dan lain-lain belajar bahasa Indonesia, begitu juga sebaliknya, orang-orang Indonesia tidak akan belajar bahasa Vietnam, Thailand, dan lain-lain.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan, di mana GDP meningkat 6,4% di kuartal terakhir dibandingkan tahun lalu, peningkatan dalam sektor komunikasi, perdagangan, hospitality, restoran dan transportasi di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga akan semakin banyak turis, pelajar-pelajar, dan para profesional berbahasa Inggris mengalir ke Indonesia. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional bisnis dan edukasi.

Kurangnya infrastruktur dan personel yang bisa berbahasa Inggris dengan baik bisa menghalangi industri dan institusi pendidikan Indonesia mencapai potensi maksimalnya, demikian Mohammad Kousha, Executive Director, ETS USA, menyampaikan.

 

Tags: