BUMN Rangkul Anak Muda dalam BUMN Career Days 2013

bumncareerdays

Dari waktu ke waktu segala hal akan berubah, begitu juga generasi. Generasi 30 tahun lalu, berbeda dengan generasi tahun ini atau pun tahun-tahun ke depan. Dan saat ini adalah pertama kalinya terdapat tiga generasi dalam satu organisasi. Perbedaan karakter dari ketiga generasi tersebut menimbulkan implikasi bahwa perusahaan harus mulai beralih dari pola Human Resources (HR) yang tradisional. Dari awalnya HR dikatakan sebagai personalia yang hanya mengurusi masalah industrial relation, menjadi Human Resources sebagai Human Capital yang melihat “people” sebagai aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan seperti yang dicetuskan Dave Ulrich.

Krisbiyanto, Senior Partner dari PortalHR, dalam acara konferensi pers BUMN Career Days 2013 hari ini (17/10) mengungkapkan bahwa saat ini, dalam tubuh perusahaan memiliki jumlah rata-rata gen Y mencapai 25-30% dan jumlah tersebut akan terus meningkat. Bahkan ada sejumlah perusahaan perbankan yang 60% karyawannya adalah gen Y. Generasi Y sendiri hadir dengan karakter yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka yang kadang terlihat seperti pengangguran, nongkrong-nongkrong di cafe, sebagian adalah talent unggulan yang sebenarnya mendapatkan penghasilan dari pemanfaatan teknologi internet seperti online shop atau website developer.

“Perusahaan yang tidak dapat merangkul mereka tentunya akan tertinggal. Untuk itulah jobfair BUMN diselenggarakan untuk menginisiasi adanya perubahan dengan merangkul anak muda,” ungkapnya.

PortalHR.com kali ini bekerja sama dengan Profex untuk mewujudkan BUMN Career Days 2013 yang mendapat dukungan dari Kementrian BUMN Republik Indonesia. Dalam acara yang akan digelar 5-7 Desember 2013 tersebut akan diadakan jobfair dan juga PortalHR Summit yang merupakan acara tahunan terbesar PortalHR.com.

Ada beberapa hal yang membedakan jobfair ini dibandingkan dengan jobfair pada umumnya. Selain karena seluruh pesertanya adalah perusahaan BUMN di Indonesia yang berjumlah sekitar 140 perusahaan, pameran ini juga akan mengoptimalkan teknologi internet atau online media. Registrasi dilakukan secara online, resume peserta diupload dan kemudian mereka mendaftar pada lowongan yang telah tersedia dan dapat dilihat secara online.

Lalu apakah tujuan peserta datang ke tempat pameran? Menurut Malla Latif, CEO dari PortalHR.com, ketika berada di spot pameran, para peserta masih tetap bisa melamar kerja dan juga berkonsultasi pada perusahaan yang diminati.

“Di tempat pameran, mereka masih bisa melamar kerja dan drop CV mereka. Akan tetapi, drop CV pun tidak harus kita lakukan di booth perusahaan yang kita minati, mengantisipasi agar tidak terjadi antrian yang panjang. Selain itu, mereka juga dapat bertanya-tanya dengan pihak perusahaan tentang opportunity yang potensial bagi mereka,” Malla menjelaskan.

Baik bagi job seeker maupun BUMN, jobfair ini memberikan nilai tambah. Seluruh database pelamar nantinya akan dimasukkan dalam satu pool untuk dimanfaatkan oleh seluruh BUMN di Indonesia. Sehingga, talent-talent yang mendaftar di sebuah perusahaan, kemudian tidak diterima karena tidak memenuhi kualifikasi, dapat dimanfaatkan oleh perusahaan lain yang mungkin memerlukan talent sesuai kualifikasi tersebut. Bagi pelamar pun, ketika ia ternyata ditolak di perusahaan yang ia inginkan, masih ada kesempatan untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan lain.

Dengan adanya sistem di atas, diharapkan bahwa BUMN dapat menyeleksi kandidat sebelum event, bukan lagi beberapa bulan setelah event karena sulitnya seleksi lantaran jumlah pendaftar yang membludak. (*/@yunitew)

Tags: , ,