Buku Agent of Change: Rahasia Redam Mogok Kerja dari Pengalaman Nyata

peluncuran buku

Khasanah perbukuan nasional, khususnya yang membahas pengelolaan sumber daya manusia (SDM) bertambah satu lagi referensinya. Adalah Endang Tri K. Sukarso, seorang praktisi bidang SDM yang lebih dari 20 tahun mendalami  Learning & Development (L&D) di beberapa bank skala multinasional, akhir bulan lalu meluncurkan buku berjudul Agent of Change: Mengatasi Mogok Kerja dan Mengawal Transformasi Budaya Menuju SDM Unggul Tanggap Zaman.”

Di dalam bukunya ini, Endang bermaksud membagikan pengalamannya selama berkecimpung di dunia SDM, utamanya di dalam menghadapi mogok kerja karyawan. Endang menuturkan, sekitar 2008, di mana ia waktu itu menjabat sebagai head of L&D harus menghadapi kasus mogok kerja. Dari populasi karyawan sebanyak kurang lebih 5 ribu orang, 4.500 diantaranya melakukan mogok kerja selama 3 (tiga) hari.

”Pencetus mogok kerja itu bisa macam-macam tergantung kondisi perusahaan. Kebetulan di tempat saya bekerja saat itu pencetusnya karena ada change management, yaitu transformasi budaya dari tradisional menjadi profesional. Inilah yang membuat banyak karyawan merasa terancam kenyamanannya, sehingga mereka melakukan mogok kerja. Jadi mogok kerja itu sebetulnya tidak selalu karena persoalan gaji,” jelas Endang menjawab pertanyaan seorang panelis mengenai pencetus mogok kerja.

Endang menyarankan agar organisasi tetap fokus pada operasional kerja jika terlanjur terjadi mogok kerja. “Biasanya hal inilah yang kerap ’terlupakan’ oleh manajemen,” imbuhnya.

Dalam bukunya, Endang mengungkap tips dalam mengatasi mogok kerja sehingga dalam kondisi kritis seperti itu pun bahtera organisasi tetap selamat. Di sisi lain permasalahan dengan karyawan yang menuntut pun dapat diselesaikan dengan bijaksana.

Selain itu, Endang juga memaparkan secara terstruktur mengenai apa saja yang perlu disiapkan dalam sebuah transformasi budaya. ”Ada empat bab dalam buku ini menyangkut transformasi budaya organisasi. Masing-masing bab akan membahas masalah-masalah Organisasi, Proses, Sistem, dan terakhir berbicara mengenai Manusia,” urai Endang.

Secara tersirat, Endang juga menyajikan trik-trik untuk mengantisipasi mogok kerja, berdasarkan pengalamannya. Karena ia memahami bahwa tidak ada organisasi yang mau diterpa ’bencana’ ini. Di dalam buku ini pembaca tidak akan menemukan nama organisasi tempat Endang bekerja – karena alasan kode etik – tetapi Endang yakin dan berharap bukunya bisa bermanfaat bagi pembacanya. (*)

Tags: ,