Buka Lapangan Kerja, Pemerintah Gelar Program Pendalaman Industri

Guna mendorong peningkatan investasi, Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Penanaman Modal telah menyepakati program pendalaman industri. Hal ini untuk mendorong pengembangan industri agar mampu meningkatkan daya saing dan membuka lapangan pekerjaan.

Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta. Dikatakan, pihaknya telah mengusulkan agar terus mendorong industri hilir agro, seperti pengembangan minyak sawit mentah, kakao, dan karet. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan fiskal dan nonfiskal.

”Para eselon satu di kementerian terkait akan bertemu untuk merumuskan kebijakan yang diperlukan. Mudah-mudahan satu bulan ini selesai,” kata dia.

Selain itu, lanjut Hidayat, dibutuhkan pendalaman terhadap industri besar yang memproduksi barang-barang modal, terutama permesinan.

Menurut Hidayat, bila pemerintah tidak berinvestasi terlebih dahulu, investor akan sulit masuk. ”Karena itu, soal anggarannya perlu dibicarakan, menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum atau tidak. Sebab, prioritasnya penyediaan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan listrik,” tutur dia.

Sementara itu, dari Jawa Timur dilaporkan, lowongan kerja bagi sekitar 10.000 penjahit sepatu kini terbuka, setelah investor dari Taiwan melebarkan sayap untuk pengembangan industri sepatu di Jombang.

Menurut Manajer Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur Tukidjan, Jumat (17/9) para penjahit sepatu akan ditempatkan di wilayah Perak, Kabupaten Jombang. Mereka dibutuhkan untuk produksi sepatu anak dan perempuan dengan kualitas ekspor.

”Tahap awal diperlukan 4.000 tenaga jahit,” kata Tukidjan.

Kini, pabrik telah berdiri dengan nama PT Unique Nasional Sepatu Mas Indonesia di lahan seluas 4,5 hektar.

Tags: