Budaya “Kerja-Fleksibel” Jadi Benefit Andalan

Tuntutan karyawan akan bentuk-bentuk benefit dari perusahaan dari waktu ke waktu terus berubah. Sebuah survei terbaru menemukan bahwa “flexible working” merupakan benefit yang paling bernilai, jauh lebih populer dibandingkan dengan keuntungan-keuntungan materi seperti bonus.

Survei dilakukan di Inggris oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) dan melibatkan 1000 orang profesional sebagai responden. Ditemukan bahwa hampir separo (47%) menyebut skema-skema kerja yang fleksibel sebagai benefit paling penting saat ini. Urutan kedua adalah bonus-berdasarkan-kinerja (19%).

Dari segi jenis kelamin karyawan, “flexible working” diminati baik oleh pria (41%) maupun wanita (54%).

Ditemukan juga bahwa keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan pribadi dan pekerjaan merupakan kondisi ideal jangka panjang yang diinginkan oleh sebagian besar karyawan (42%). Dibandingkan, dengan meningkatnya tanggung jawab dan gaji dalam waktu cepat (39%).

Head of HR Services pada PwC Michael Rendell mengatakan, “Dua tahun resesi telah mengubah sikap orang terhadap kerja.”

Menurut Rendell, survei yang dilakukannya menunjukkan bahwa karyawan merasakan tekanan, dengan sebagian besar berharap adanya keseimbangan yang lebih baik antara hidup dan pekerjaan di masa mendatang.

“Perusahaan-perusahaan yang bisa beradaptasi dengan budaya flexible working akan menjadi tempat yang baik untuk meretensi talen-talen unggulan ketika pasar kerja semakin bersaing,” ujar dia.