Budaya Disiplin, Kekuatan Menuju Great Company

Budaya disiplin harus ditegakkan dalam kehidupan perusahaan. Karyawan yang disiplin, yang antara lain dibangun lewat keteladanan sikap disiplin pimpinanya, merupakan bagian dari kekuatan yang akan membantu perusahaan mencapai tujuan-tujuannya, hingga menjadi organisasi yang besar.

“Di perusahaan kami, semua karyawan harus sudah ada di tempatnya lima belas menit sebelum jam kerja. Jadi, begitu teng, semua sudah siap untuk memulai kegiatan,” tutur Managing Director PT Dexa Medica Ferry A Soetikno membagi pengalamannya saat berbicara dalam seminar Ideas from Giants: Lasting Success in Business Practices and Personal Life di Mercantile Club, Wisma BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/12/06).
Menurut Ferry, disiplin harus ditegakkan dalam semua lini kegiatan di perusahaan, sehingga tidak ada waktu yang mestinya sangat berharga menjadi terbuang percuma.

Ditegaskan, itu memang bukan hal yang mudah tapi bukan berarti tidak bisa dimulai. Kata kuncinya, menurut CEO Terbaik 2005 versi Majalah Swasembada itu, keteladanan dari para pemimpin.

Lebih jauh ditekankan, budaya disiplin mestinya disadari sebagai salah satu kompetensi yang harus dibangun di setiap perusahaan, di samping kompetensi yang “lebih utama” seperti inovasi, manajemen perubahan dan alokasi sumber-sumber daya yang tepat dan cepat. Sebab, menurut Ferry, budaya disiplin yang kuat merupakan salah satu intangible asset yang berharga, yang akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Dari Awal

Dalam kesempatan tersebut, Ferry memang banyak berbagi pengalamannya mengelola intangible asset sebagai salah satu sarana untuk mendatangkan profit bagi perusahaan. Salah satu yang disoroti adalah human capital. “Dalam hal ini, intinya adalah bagaimana mengambil penumpang yang tepat untuk bis kita, dan menempatkannya di kursi yang tepat sambil mengeluarkan orang-orang yang tidak tepat dari bis kita,” Ferry memberikan perumpamaan.

Semua itu, lanjut Ferry harus sudah benar dari awal. “Sejak rekrutmen harus sudah benar, sebab kalau kita merekrut orang yang salah, ongkosnya nanti sangat besar,” kata dia seraya memberi tips bahwa merekrut orang tidak boleh dilakukan dengan keraguan, dan jangan memaksakan.

Setelah merekrut orang-orang yang tepat dan mendudukkannya di kursi yang benar pula, Ferry mengingatkan langkah selanjutnya jangan lupa memberikan kesempatan-kesempatan terbaik kepada mereka. “Meletakkan orang-orang terbaik pada kesempatan-kesempatan terbaik akan memberi nilai tambah yang besar bagi perusahaan.”

Tags: ,