Bos Harus Mampu “Entertain” Anak Buah

Seorang supervisor atau manajer dituntut untuk mampu meng-entertain perasaan anggota timnya sebelum membicarakan masalah pekerjaan. Hal itu penting sebagai upaya untuk meng-“orang”-kan karyawan.

“Walau mungkin tak ada yang bisa dilakukan untuk membantu anak buahnya, tapi setidaknya seorang pimpinan itu ada ketika mereka mengalami kesulitan,” ujar Head of HR PT Bank Danamon Maria T Kurniawati dalam acara HR Expo ’09 di Auditorium Bidakara, Jakarta, 9 – 10 Desember 2009.

Maria membawakan makalah bertajuk “Effective Compensation to Attrack and Retain Talent”. Menurut dia, supervisor merupakan ujung tombak bagi perusahaan dalam meretensi karyawan. Seorang supervisor sebaiknya me-mantain dialog dengan anak buahnya.

“Sementara tugas HR adalah mempengaruhi sistem,” tegas dia. Lebih jauh Maria memaparkan bahwa perusahaan saat ini dihadapkan pada tantangan dinamika bisnis dan pendekatan terhadap sumber daya manusia yang terus berubah. Oleh karenanya, organisasi perlu memahami “unique value proposition”-nya disamping business model yang tepat.

“Dua faktor itulah yang akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk merancang program kompensasi yang efektif agar karyawan mau tetap tinggal di perusahaan kita,” jelas Maria.

Di Danamon sendiri, Maria menerapkan dua jenis kompensasi, yakni yang bersifat tetap dan fleksibel, sesuai dengan bisnis model yang berlaku. “Untuk bank simpan-pinjam misalnya, karena ujung tombaknya bagian sale, maka kompensasi bagi mereka lebih ditekankan pada flexy compensation,” papar dia.

Lebih jauh Maria menambahkan, pada dasarnya sistem kompensasi dibuat untuk tujuan memperbesar kesejahteraan karyawan.