Bos di Inggris Paling “Anti” Facebook

Di sini, sebagian dari Anda mungkin sedang gemar-gemarnya “bermain” Plurk di sela-sela kesibukan kerja di kantor. Anda boleh merasa beruntung, karena bos Anda mengizinkannya. Karyawan di Inggris tidak seberuntung itu. Sebab, para bos perusahaan di Inggris terkenal paling “anti” dengan situs-situs jaringan sosial di internet.

Lebih dari sepertiga kalangan pemimpin bisnis di Inggris melarang karyawan mereka mengunjungi situs-situs jaringan sosial seperti Facebook atau Twitter. Dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa, Inggris termasuk paling “keras” dalam hal ini.
Menurut survei yang dilakukan atas 2000 orang dewasa tersebut, 35% kaum pengusaha di Inggris memiliki kebijakan yang melarang akses terhadap situs-situs jaringan sosial. Angka tersebut lebih tinggi bahkan jika dibandingkan dengan yang terjadi di Jerman dan Prancis sekaligus (masing-masing 17%).

Sementara di Spanyol, kurang dari 19% pengusaha yang ditemukan memiliki kebijakan resmi berkaitan dengan maraknya situs-situs “gaul” di dunia maya berbanding dengan 16% di Italia. Mengomentari hasil survei tersebut, seorang partner bidang ketenagakerjaan dan pensiun pada lembaga hukum Charles Russell, Michael Powner melihat adanya gejala kekhawatiran pada kalangan pemimpin perusahaan. Dan, dia cukup memahaminya.

“Para pemimpin bisnis memang paling beralasan untuk mengizinkan apa yang dilakukan karyawan. Mereka memang sedang risau,” kata dia. Lebih jauh, survei mengungkapkan, 15% dari perusahaan di Inggris “mengerutkan dahi” atas merajalelanya penggunaan situs-situs jaringan sosial di internet oleh karyawan di kantor. Namun, mereka tidak memiliki kebijakan resmi (tertulis) untuk mengatur masalah itu. Laporan dari Ofcom, sebuah lembaga pengawan komunikasi, menunjukkan bahwa orang Inggris menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi di jaringan gaul dunia maya ketimbang orang-orang di negara-negara tetangganya.

Tags: