Bonus Uang Tunai Reward Favorit Karyawan

Segenap karyawan bersuka cita setiap menjelang Lebaran. Antara lain, tentu karena lebaran berarti liburan untuk pulang ke kampung halaman. Namun, lebih dari itu, lebaran juga berarti saat menerima THR alias tunjangan hari raya. Bagaimana pun, uang tunai memang merupakan bentuk bonus yang paling dinanti dan diinginkan karyawan.

Menurut para ahli, reward berupa uang (tunai) maupun non-uang sebenarnya sama-sama efektif untuk menyenangkan hati karyawan. Namun, sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa bonus uang tunai masih menduduki peringkat tertinggi dalam daftar “bentuk pengakuan favorit atas kinerja yang bagus”.

Dewasa ini, departemen-departemen HR dan para manajer perusahaan memang semakin kreatif dalam mengelola reward, dengan menciptakan berbagai bentuk insentif untuk karyawan yang berprestasi. Terbentang dari yang sederhana, yakni sekedar ucapan terimakasih, nonton bioskop gratis, atau voucher minum kopi hingga yang mahal seperti mobil dinas dan paket liburan ke luar negeri.

Survei yang dilakukan perusahaan penempatan tenaga kerja Robert Half International di AS menemukan bahwa 46% kepala bagian keuangan berpendapat bahwa bonus merupakan sarana yang lebih baik untuk memperlihatkan penghargaan perusahaan kepada karyawan, dibandingkan dengan libur, makan siang gratis bersama atau pun acara-acara gathering.

Sementara, VP Komunikasi pada organisasi nirlaba First Coast WorkSource Candace Moody mengatakan, bonus (yang diberikan) berdasarkan kinerja memang populer di kalangan karyawan karena nilai keuntungan langsung yang bisa dirasakan darinya, baik oleh karyawan maupun pimpinan perusahaan.

Umumnya, karyawan membandingkan bonus dan paket-paket gaji ketika mereka sedang mencari pekerjaan (lain), dan perusahaan sering berlomba-lomba untuk membuat program-program bonus mereka kompetitif dan menarik.

Perusahaan umumnya menerapkan program bonusnya berdasarkan kombinasi antara kinerja perusahaan dan kinerja individu. Dalam hal ini, perusahaan menggunakan sistem “performance management“, di mana para supervisor dan karyawan bekerja sama untuk menentukan tujuan-tujuan baik pada tingkat individu, departmental, maupun pada level perusahaan.

Dikatakan, perusahaan hendaknya memiliki kriteria kinerja yang telah distandardisasi sehingga tidak ada persoalan subjektivitas dalam proses evaluasi. Dengan itu, lumrah kiranya jika sebuah perusahaan ada kalanya mengalami tahun-tahun tanpa bonus untuk karyawan, dan pada saat yang lain bonus mengalir sebagai bagian penting dari kompensasi.

Apa yang diterapkan oleh Fidelity National Financial Inc., sebuah perusahaan Fortune 500 di Jacksonville, AS bisa dijadikan contoh. Perusahaan ini, menurut Senior VP dan Direktur HR-nya Kelly Feese memiliki jadwal bonus yang terstruktur baik untuk jajaran eksekutif maupun bagi karyawan yang berkinerja tinggi pada tiap-tiap departemen.

Besarnya bonus? Tergantung jenis industrinya, dan posisi karyawan yang bersangkutan.

Tags: ,