Bonus Eksekutif BRI Rp 84,7 Miliar

Hitung-hitungan pembagian bonus untuk eksektif bank-bank milik pemerintah terus berlanjut. Setelah BNI dan Mandiri, kini giliran BRI. Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menyetujui pembagian bonus tahunan sebesar 1,16% dari perolehan laba bersih perseroan pada 2009, atau sebesar Rp 84,769 miliar kepada jajaran direksi dan komisaris.
Menurut Direktur Utama BBRI Sofyan Basir, nilai bonus yang akan diterima tahun ini memiliki porsi yang sama dengan tahun lalu. “Tidak ada kenaikan,” ujar dia dalam paparan publik di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (20/5/2010).
Sebelumnya, RUPS Tahunan Bank Mandiri memutuskan prosentase yang sama untuk bonus para direksi dan komisaris tahun ini yakni 1,16% atau Rp 83,5 miliar dari laba bersih 2009 sebesar Rp 7,2 triliun. Sementara RUPS BNI menyetujui pembagian bonus sebesar Rp 56,8 miliar atau 2,29 persen dari laba bersih 2009 yang mencapai Rp 2,48 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga tak ketinggalan membagikan bonus kepada jajaran Komisaris dan Direksi, sebesar 3,25% dari laba bersih 2009 yang mencapai Rp 491 miliar, atau senilai Rp 15,96 miliar. Demikian Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam konferensi persnya usai RUPS BTN di Jakarta, Rabu (19/05/2010).
Bonus merupakan sumber pendapatan direksi dan komisaris di luar gaji dan tunjangan bulanan yang biasanya diterima secara tahunan dan besarnya diputuskan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).
Pembagian bonus tahunan kepada jajaran eksekutif bank-bank BUMN terjadi di tengah situasi pasar keuangan global yang diwarnai dengan munculnya tren menentang pemberian bonus yang berlebihan bagi para eksekutif bank dan lembaga keuangan nonbank.

Tags: